Meeting Ditunda Gara-Gara Telepon dari Presiden, Isinya Tak Terduga

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan menelepon CEO Nvidia, Jensen Huang, di tengah-tengah rapat internal perusahaan (all-hands meeting) pada Kamis (27/8). Kejadian unik ini berlangsung hanya beberapa jam sebelum sang presiden secara terbuka memuji kinerja keuangan kuartalan Nvidia yang fantastis.

Berdasarkan laporan Wired yang mengutip tiga saksi mata, Huang sedang berpidato di hadapan para karyawannya di kantor pusat Nvidia di Santa Clara, California, ketika ponselnya berdering.

Huang lantas meninggalkan meeting untuk mengangkat panggilan tersebut. Namun, suara Trump sempat terdengar bocor melalui mikrofon yang ia kenakan.

Meski para karyawan tidak dapat menangkap secara utuh apa yang dibicarakan sang presiden, Huang hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit sebelum kembali melanjutkan sesinya di atas panggung. Interupsi mendadak ini pun seketika menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan internal pegawai Nvidia.

Pujian "Only in America" dan Rekor Pendapatan Fantastis

Tak lama setelah insiden telepon tersebut, Trump meluapkan apresiasinya melalui platform Truth Social. Ia memberikan selamat kepada Jensen Huang dan menyebut capaian bisnis Nvidia sangat luar biasa.

"Selamat kepada Jensen Huang. Hanya di Amerika!" tulis Trump penuh antusias.

Pujian tersebut bukan tanpa alasan. Sepanjang kuartal fiskal kedua, Nvidia sukses meraup pendapatan sebesar US$96,22 miliar (sekitar Rp1.700 triliun), mencetak lonjakan fantastis hingga 106% secara tahunan (year-on-year) dan sukses melibas ekspektasi Wall Street.

Tak berhenti di situ, raksasa semikonduktor ini memproyeksikan pendapatan pada kuartal ketiga mendatang akan kembali meroket di kisaran US$105,84 miliar hingga US$110,16 miliar.

Makin Mesra dengan Washington

Momen panggilan telepon ini dinilai sarat makna di tengah upaya Nvidia yang kian gencar memperkuat pengaruh politiknya di Washington. Pada hari yang sama, terungkap pula rencana Nvidia untuk membentuk komite aksi politik (political action committee) yang didanai oleh para karyawannya demi mendukung kandidat-kandidat federal di tengah panasnya perdebatan regulasi kecerdasan buatan (AI).

Di sisi lain, Jensen Huang sendiri kini menjelma menjadi figur kunci dalam berbagai diskursus kebijakan, mulai dari aturan pembatasan ekspor semikonduktor AS hingga izin penjualan cip AI canggih ke pasar China.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |