Pemerintah Rilis Buku Sejarah Indonesia, Tebalnya Nyaris 5.000 Halaman

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan buku baru sejarah Indonesia berjudul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global pada Senin (31/8/2026). Buku tersebut disusun oleh 123 pakar dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga independen.

Pada tahap pertama, pemerintah meluncurkan lima jilid dari total 10 jilid yang dirancang. Lima jilid tersebut memiliki total hampir 5.000 halaman.

Kelima jilid itu masing-masing berjudul 1) Akar Peradaban Nusantara; 2) Nusantara dalam Jaringan Global: Perjumpaan Budaya dengan India, Tiongkok, dan Persia; 3) Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah; 4) Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi; 5) Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan lima jilid pertama sudah dapat diakses publik melalui situs pustakabudaya.id. Sementara lima jilid berikutnya masih dalam proses penyelesaian dan ditargetkan diluncurkan dalam waktu dekat.

Menurut Fadli, penulisan seluruh buku sebenarnya telah rampung pada akhir 2025. Waktu tambahan dibutuhkan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan setelah naskah selesai, termasuk proofreading, editing, akuisisi foto, dan penataan layout.

"Secara teks, sebenarnya sudah selesai pada akhir tahun lalu, sesuai dengan jadwal. Tapi ternyata teks saja tidak cukup, perlu untuk melakukan juga satu proofreading, editing," kata Fadli di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Dalam penyusunan buku, Fadli mengatakan Kementerian Kebudayaan hanya bertindak sebagai fasilitator. Substansi, metodologi, dan narasi sepenuhnya diserahkan kepada para sejarawan yang tergabung dalam tim penyusun.

Pendekatan tersebut, kata dia, ditujukan untuk menjaga objektivitas dan kebebasan akademik dalam penulisan sejarah.

"Sekali lagi, saya garis bawahi bahwa Kementerian Kebudayaan dalam hal ini memfasilitasi para sejarawan untuk menulis sejarah. Karena tidak ada yang lebih ahli menulis sejarah ketimbang sejarawan," ungkapnya.

Buku ini sekaligus menjadi upaya pemerintah memperbarui historiografi sejarah nasional setelah hampir dua dekade tidak mengalami peremajaan substansial. Pemutakhiran dilakukan dengan memasukkan temuan terbaru dari berbagai kajian dan penelitian.

Penyusunan buku juga melibatkan para ahli dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Temuan dari disertasi, tesis, artikel, jurnal, hingga penelitian mutakhir turut diintegrasikan ke dalam pembahasan. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah perspektif sejarah maritim.

Editor utama penulisan buku, Singgih Tri Sulistyo, mengatakan perspektif maritim menjadi salah satu pengikat keindonesiaan yang ditelusuri sejak masa awal hingga periode saat ini.

5 jilid buku 5 jilid buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" yang resmi diluncurkan Kementerian Kebudayaan pada Rabu, 31 Agustus 2026. (CNBC Indonesia/Fakhriansyah) Foto: 5 jilid buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" yang resmi diluncurkan Kementerian Kebudayaan pada Rabu, 31 Agustus 2026. (CNBC Indonesia/Fakhriansyah)

"Nanti harapannya narasi sejarah yang dihasilkan akan mendukung semangat kohesivitas sebagai sebuah bangsa yang kita tahu bagaimana Indonesia sekarang ini dengan beragam kebebasan dunia digital efek negatifnya adalah ada kekuatan tertentu yang mungkin menyebabkan gejala disintegrasi," kata Singgih.

Selain memperbarui materi, buku tersebut menawarkan cara pandang berbeda dalam melihat sejarah Indonesia. Sejarah tidak hanya ditempatkan sebagai hafalan tanggal dan nama tokoh, tetapi juga sebagai sarana untuk mengasah nalar kritis dan memahami persoalan kontemporer.

Fadli mengatakan perspektif yang digunakan dalam buku tersebut adalah Indonesia-sentris, dengan menempatkan Indonesia sebagai subjek aktif dalam interaksinya dengan dunia.

"Buku ini menempatkan Indonesia sebagai subyek aktif, Indonesia sentris, Indonesian perspektif, bukan colonial perspektif," ujarnya.

Cakupan pembahasan diperluas secara geografis, tematik, dan kronologis, termasuk menghadirkan tokoh, wilayah, dan peristiwa yang sebelumnya terpinggirkan. Buku tersebut juga menggunakan pendekatan multidisipliner yang mencakup sejarah lingkungan, gender, memori kolektif, dan studi postkolonial.

Penyusunan buku sejarah ini menghabiskan anggaran sekitar Rp9 miliar. Nantinya Lima jilid pertama dan lima jilid yang akan datang kini dapat diakses masyarakat melalui situs Pustaka Budaya dan disebarluaskan lewat berbagai media, salah satunya film.

(mfa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |