Menteri P2MI Luncurkan KUR Pekerja Migran, Ini Manfaatnya

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) meluncurkan program kredit usaha rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia sebagai upaya memperkuat akses pembiayaan calon pekerja migran Indonesia (CPMI).

Menteri P2MI, Mukhtarudin mengatakan program ini diluncurkan sebagai jawaban bagi para CPMI yang kesulitan mengakses pembiayaan untuk modal bekerja di luar negeri. KUR ini dapat memberikan akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan transparan bagi CPMI.

"Program KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia hadir sebagai langkah bersama untuk memperkuat akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan berpihak kepada CPMI," kata Mukhtarudin dalam paparannya, Rabu (11/3/2026).

Mukhtarudin menambahkan banyak CPMI yang kesulitan mengakses pembiayaan untuk modal bekerja di luar negeri, di mana banyak yang mengajukan kredit reguler dengan bunga yang besar yakni 12%.

Menteri P2MI, Mukhtarudin. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Foto: Menteri P2MI, Mukhtarudin. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Menteri P2MI, Mukhtarudin. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

"Ini menjadi opsi yang diberikan oleh pemerintah karena selama ini banyak juga orang pekerjaan migran terpaksa harus meminjam dari pembiayaan-pembiayaan yang kadang-kadang sangat tinggi bunganya, yang bisa mencapai 12%," lanjutnya.

Melalui program KUR ini, CPMI dapat memperoleh pembiayaan dengan plafon maksimal Rp100 juta dan bunga sebesar 6% untuk berbagai kebutuhan penempatan seperti pelatihan, sertifikasi kompetensi, pengurusan visa kerja, tiket keberangkatan, hingga akomodasi.

"Ini membuat CPMI tidak lagi terbebani biaya yang berlebihan, kami berkomitmen kemudahan akses pembiayaan yang aman dan terjangkau, sehingga proses penempatan dapat berlangsung lebih aman dan terencana," ujarnya.

Selain itu, peluncuran KUR ini juga dilakukan mengingat pekerja migran memiliki kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia.

"Pekerja migran sudah berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia dan menjadi bagian penting dari pembangunan bangsa. Karena itu, negara harus memastikan setiap CPMI memperoleh akses informasi, pembiayaan yang adil, dan pelindungan sejak tahap awal proses penempatan," ucapnya.

(chd/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |