Obat Nyamuk Bakar RI Ternyata Laris Manis di Meksiko

10 hours ago 3

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia

03 January 2026 13:15

Jakarta, CNBC Indonesia — Dengungan nyamuk dan rasa gatal akibat gigitannya kerap menjadi musuh utama saat tidur. Tak heran, obat nyamuk pun menjadi andalan banyak orang, terutama saat musim hujan tiba.

Di Indonesia jenisnya bervariasi, mulai dari obat nyamuk bakar (spiral) atau obat nyamuk coil. Kemudian obat nyamuk semprot (aerosol), elektrik, oles atau lotion,hingga stiker.

Untuk jenis obat nyamuk bakar, produknya ternyata cukup bergengsi di dunia. Produk ini masuk dalam klasifikasi HS 38086110, yang secara teknis didefinisikan sebagai mosquito repellent coils, in packings of a net weight content ≤ 300 g, for retail sale.

Dari Januari hingga Juni 2025, nilai ekspor Indonesia untuk kategori ini mencapai US$ 8,225 juta, meningkat 1,25% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding periode yang sama pada 2024.

Angka ini menunjukkan permintaan global terhadap produk anti nyamuk Indonesia tetap tinggi. Negara tujuan utama dalam semester pertama 2025 adalah Meksiko, dengan nilai ekspor sekitar US$ 7,53 juta, disusul oleh Taiwan, Afrika Selatan, Mauritius, dan beberapa negara di Asia Tenggara serta Amerika Latin.

Obat nyamuk jenis coil bukanlah komoditas mentah. Produk ini merupakan hasil dari proses manufaktur dengan tingkat nilai tambah yang tinggi.

Komposisinya terdiri dari bahan bakar berbasis serbuk kayu, tepung kulit kelapa, pati, serta bahan aktif berupa senyawa insektisida seperti pyrethrum atau turunannya, misalnya prallethrin.

Bahan-bahan tersebut dicetak dalam bentuk spiral padat, kemudian dikeringkan dan dikemas untuk penjualan ritel. Formulasi ini menghasilkan pembakaran lambat yang memancarkan asap berisi partikel insektisida guna menghalau nyamuk di area terbuka.

Karakter produk coil menjadikannya relevan di pasar tropis dan subtropis, di mana penyakit tular vektor seperti malaria dan demam berdarah masih menjadi isu kesehatan utama.

Permintaan dari negara seperti Meksiko dan Afrika Selatan tumbuh karena faktor iklim serta kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan murah dan mudah diakses. Pasar di Asia Tenggara juga masih stabil, dengan Filipina dan Thailand tercatat sebagai importir tetap dalam beberapa tahun terakhir.

Secara global, Indonesia menempati posisi penting dalam perdagangan obat nyamuk coil. Data Volza Trade menempatkan Indonesia di jajaran atas bersama China dan Malaysia sebagai eksportir utama.

Negara-negara di Afrika Timur seperti Tanzania, Uganda, dan Pantai Gading menjadi wilayah tujuan potensial yang terus berkembang karena pola konsumsi yang masih mengandalkan produk pembakaran tradisional.

Proses ekspor ini tidak hanya mengandalkan harga yang kompetitif, tetapi juga standar mutu dan kemasan yang sesuai regulasi negara tujuan. Produsen dalam negeri telah menyesuaikan formulasi dan desain kemasan agar memenuhi ketentuan bahan aktif dan kadar emisi asap.

Kinerja ekspor yang solid menunjukkan bahwa obat nyamuk coil telah berkembang menjadi produk dengan nilai tambah signifikan dalam industri kimia rumah tangga nasional. Dari sisi ekonomi, produk ini memadukan bahan baku lokal dengan teknologi formulasi yang relatif sederhana, tetapi bernilai jual tinggi di luar negeri.

Dalam konteks jangka panjang, prospek ekspor coil masih terbuka luas. Pertumbuhan penduduk di negara beriklim tropis dan peningkatan kesadaran akan pencegahan penyakit menambah permintaan global.

Meski demikian, produsen dihadapkan pada tantangan inovasi, terutama untuk menghasilkan varian coil rendah asap dan formula berbahan nabati yang lebih ramah lingkungan.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(chd/chd)

Read Entire Article
| | | |