Pedagang Uang Baru di Jalan Dijaga Mata-Mata Biar Aman, Ini Sosoknya

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak pedagang jasa penukaran pinggir jalan atau yang bisa disebut inang-inang mengungkapkan pasokan uang untuk penukaran berasal dari 'bos'. Bos ini menyediakan modal uang baru dalam jumlah besar untuk diedarkan oleh para pekerja di lapangan.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di kawasan Kota Tua dan Asemka, Jakarta Barat, kerap ditemui pedagang juga ditemani oleh beberapa orang yang menjadi 'tangan kanan' bos.

Pihak dari bos tersebut tak selalu berada persis di dekat pedagang, melainkan beberapa menit atau beberapa jam, pihak bos akan kembali memantau. Irma, salah satu pedagang jasa penukaran uang pinggir jalan mengungkapkan Ia tidak bermodalkan sendiri, melainkan dari 'bos' kemudian Ia dipinjamkan sejumlah uang untuk ditukar. Nantinya, sisa penukaran akan dikembalikan dan hasil penukaran akan dibagi rata.

"Uangnya dari bos saya ya, enggak tahu siapa orangnya, tapi kita pakai sistem pinjam dari bos, nanti kalau sudah pulang kita kembalikan lagi yang dipinjam. Sisa dapat berapa, itu yang kita bawa pulang," kata Irma saat ditemui CNBC Indonesia, Kamis (12/3/2026).

Tak hanya itu saja, jika masyarakat tidak membawa uang cash, pihak bos menyediakan transfer ke rekening bank milik bos para pedagang. Setelah transfer dana yang ingin ditukarkan beserta uang jasa sudah masuk, mereka akan memberikan uang pecahan baru kepada pembeli.

"Kalau enggak bawa cashnya, kami bisa transfer, nanti ditransfer ke rekening 'bos' kami," lanjut Irma.

Begitu juga Yeni, di mana Ia hanya menjadi perantara jasa penukaran uang di pinggir jalan. Sedangkan penetapan skema atau fee sudah ditentukan oleh 'bos'

"Saya cuma pedagang saja, ada bos saya yang mantau kegiatan saya, jadi hasil tukar uangnya nanti diserahkan dulu ke bos, baru nanti dibagi-bagi," kata Yeni.

Namun, Ia tidak mengetahui detail bos tersebut, karena hanya diperintahkan untuk menukarkan sejumlah uang ke masyarakat.

"Kurang tahu siapa bosnya, saya hanya menjadi perantaranya," ujarnya.

Sejumlah orang menawarkan pecahan uang jelang perayaan Idul Fitri di kawasan Kota Tua dan Pasar Asemka, Jakarta Utara, Kamis (12/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Foto: Sejumlah orang menawarkan pecahan uang jelang perayaan Idul Fitri di kawasan Kota Tua dan Pasar Asemka, Jakarta Utara, Kamis (12/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Sejumlah orang menawarkan pecahan uang jelang perayaan Idul Fitri di kawasan Kota Tua dan Pasar Asemka, Jakarta Utara, Kamis (12/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Dijaga Mata-Mata

Meski secara terbuka memamerkan uang baru kepada setiap pengguna jalan yang melintas, penyedia jasa ini tampak jauh dari kata takut kehilangan apalagi dirampok orang. Rasa kepercayaan diri ini didapat penukar uang pinggir jalan ini berasal dari kebersamaan dengan para penyedia jasa lain yang berada di kawasan itu.

Belum lagi menurutnya ada 'mata-mata' yang secara rutin berkeliling dan memantau para penukar uang.

"Kan ada teman kita di sini, mata-mata. Iya ada lah, masa kita doang, ada teman kita di sini," jelas Irma.

Menurutnya sosok 'mata-mata' ini merupakan orang utusan dari sosok 'bos' penyedia uang baru. Sebab uang yang dijajakan para penyedia jasa ini merupakan 'titipan' dari sang bos yang memantau dari jauh.

"Jadi bukan kita doang yang di sini, ada di dekat-dekat kita melihat, kalau ada yang jambret langsung dikejar. Bukan duit kita ini, punya orang ini," terangnya.

(chd/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |