Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak pedagang jasa penukaran pinggir jalan atau yang bisa disebut inang-inang mengungkapkan pasokan uang untuk penukaran berasal dari 'bos'. Bos ini menyediakan modal uang baru dalam jumlah besar untuk diedarkan oleh para pekerja di lapangan.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di kawasan Kota Tua dan Asemka, Jakarta Barat, kerap ditemui pedagang juga ditemani oleh beberapa orang yang menjadi 'tangan kanan' bos.
Pihak dari bos tersebut tak selalu berada persis di dekat pedagang, melainkan beberapa menit atau beberapa jam, pihak bos akan kembali memantau.
Irma, salah satu pedagang jasa penukaran uang pinggir jalan mengungkapkan Ia tidak bermodalkan sendiri, melainkan dari 'bos' kemudian Ia dipinjamkan sejumlah uang untuk ditukar. Nantinya, sisa penukaran akan dikembalikan dan hasil penukaran akan dibagi rata.
"Uangnya dari bos saya ya, enggak tahu siapa orangnya, tapi kita pakai sistem pinjam dari bos, nanti kalau sudah pulang kita kembalikan lagi yang dipinjam. Sisa dapat berapa, itu yang kita bawa pulang," kata Irma saat ditemui CNBC Indonesia, Kamis (12/3/2026).
Tak hanya itu saja, jika masyarakat tidak membawa uang cash, pihak bos menyediakan transfer ke rekening bank milik bos para pedagang. Setelah transfer dana yang ingin ditukarkan beserta uang jasa sudah masuk, mereka akan memberikan uang pecahan baru kepada pembeli.
Foto: Jasa Penukaran uang rupiah pecahan kecil di Pinggir Jalan (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jasa Penukaran uang rupiah pecahan kecil di Pinggir Jalan (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
"Kalau enggak bawa cashnya, kami bisa transfer, nanti ditransfer ke rekening 'bos' kami," lanjut Irma.
Begitu juga Yeni, di mana Ia hanya menjadi perantara jasa penukaran uang di pinggir jalan. Sedangkan penetapan skema atau fee sudah ditentukan oleh 'bos'
"Saya cuma pedagang saja, ada bos saya yang mantau kegiatan saya, jadi hasil tukar uangnya nanti diserahkan dulu ke bos, baru nanti dibagi-bagi," kata Yeni.
Namun, Ia tidak mengetahui detail bos tersebut, karena hanya diperintahkan untuk menukarkan sejumlah uang ke masyarakat.
"Kurang tahu siapa bosnya, saya hanya menjadi perantaranya," ujarnya.
(chd/wur)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)