Peneliti Bongkar Dunia di Bawah Es Kutub Selatan, Isinya Mengejutkan

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ilmuwan berhasil mengungkap gambaran paling detail tentang kondisi daratan yang tersembunyi di bawah lapisan es Antartika, wilayah yang selama ini lebih sedikit diketahui dibandingkan permukaan Mars atau Venus.

Melalui kombinasi teknik pemetaan baru dan data satelit, penelitian terbaru menunjukkan bahwa di bawah lapisan es seluas hampir 14 juta kilometer persegi tersebut terdapat ribuan bukit dan lembah subglasial, jajaran pegunungan, hingga ngarai dalam yang sebelumnya belum pernah terpetakan.

Studi yang dipimpin peneliti Universitas Edinburgh ini menggunakan metode Ice Flow Perturbation Analysis (IFPA), yakni teknik yang membaca pola gangguan di permukaan es akibat aliran es yang melintasi bentuk daratan di bawahnya.

Mengutip Daily Mail, data tersebut kemudian dipadukan dengan pengamatan satelit terbaru untuk memetakan seluruh benua Antartika, termasuk area yang selama ini belum terjangkau survei.

"Dengan teknik ini, untuk pertama kalinya kami dapat mengamati distribusi relatif dari lanskap yang sangat beragam tersebut di seluruh benua," ujar salah satu penulis, Robert Bingham dari School of GeoSciences Universitas Edinburgh.

Peneliti menilai temuan ini penting untuk memahami perilaku lapisan es Antartika, yang saat ini terus menipis dan menyusut akibat pemanasan suhu laut dan udara. Kondisi daratan di bawah es diketahui berperan besar dalam menentukan seberapa cepat es mengalir menuju laut.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa wilayah subglasial yang kasar, seperti perbukitan tajam dan punggungan pegunungan, dapat memperlambat laju mundurnya lapisan es karena menciptakan hambatan gesekan. Sebaliknya, area yang lebih datar berpotensi mempercepat aliran es.

Peta terbaru ini diharapkan dapat menjadi acuan penting bagi ilmuwan dalam menentukan fokus survei berikutnya, sekaligus meningkatkan akurasi model prediksi kenaikan permukaan laut global di masa depan.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |