Perang AS-Iran Timbulkan Korban Baru, Negara Muslim Ini Darurat

6 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran akan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang parah kini menghantui Pakistan. Ini setelah antrean panjang truk tanker terlihat mengular di berbagai depot pengisian.

Situasi ini terjadi di tengah upaya pemerintah yang terus berupaya meredam ketakutan publik terkait potensi lonjakan harga energi di dalam negeri, Rabu. Perang di Timur Tengah mempengaruhi stok BBM negeri itu.

Puluhan truk tanker yang bertugas memasok BBM ke seluruh wilayah Pakistan terpantau parkir di pinggir jalan di depot-depot dekat Lahore. Kota ini merupakan ibu kota Punjab, yang menyandang status sebagai provinsi dengan jumlah penduduk paling padat di negara tersebut.

"Tidak ada bensin di depot selama empat hari terakhir," kata salah satu pengemudi truk tanker, Abdul Shakoor kepada AFP, Kamis (12/3/2026).

Shakoor menambahkan bahwa terhentinya pasokan ini berkaitan erat dengan pengetatan wilayah yang dilakukan oleh negara tetangga mereka di tengah konflik yang memanas. Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran telah mengganggu jalur pelayaran global dan merusak berbagai fasilitas minyak serta gas di Timur Tengah.

"Iran telah menutup perbatasan dari sisi mereka. Depot saat ini dalam keadaan kosong," ujarnya.


Tergantung Sekali ke Timur Tengah

Pakistan sendiri sangat bergantung pada pasokan minyak dan gas dari kawasan Teluk untuk memenuhi kebutuhan energinya. Guna memastikan kelancaran pasokan selama krisis Timur Tengah ini, kapal-kapal pengangkut bahan bakar bahkan harus mendapatkan pengawalan ketat dari angkatan laut sepanjang minggu ini.

Pekan lalu, pemerintah di Islamabad telah menaikkan harga BBM sekitar 20% yang seketika memicu antrean panjang dan aksi panic buying di berbagai SPBU. Meski situasi tegang, Menteri Perminyakan Ali Pervaiz Malik menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir.

"Tidak akan ada perubahan signifikan dalam waktu dekat pada harga bahan bakar," kata Malik dalam siaran tersebut.

Sebagai langkah darurat, Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif telah mengumumkan rencana penghematan nasional yang dirancang khusus untuk menekan konsumsi BBM. Kebijakan ini mencakup pemangkasan hari kerja bagi pegawai pemerintah menjadi empat hari seminggu serta penutupan sekolah-sekolah.


Bahan Bakar Tak Ada

Namun, di lapangan, para pekerja sektor logistik energi melaporkan kondisi yang jauh berbeda dari ketenangan yang dicitrakan oleh pemerintah. Asisten pengemudi tanker, Mazhar Mahmood, mengungkapkan bahwa para pekerja masih pulang dengan tangan hampa saat mendatangi pusat distribusi.

"Para pengemudi pergi ke depot hari ini juga, tetapi staf depot mengatakan tidak ada bahan bakar yang tersedia," ujar Mahmood.

Mahmood mengaku mendapatkan informasi bahwa pasokan kemungkinan baru akan tersedia dalam beberapa hari ke depan. namun ketidakpastian tetap menyelimuti para pekerja dan masyarakat luas.

"Situasi di negara ini sedang tidak baik-baik saja. Tidak ada bensin di negara ini, itulah sebabnya kendaraan-kendaraan diparkir di sini," ucapnya menutup pembicaraan.

(tps/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |