Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara menyambut positif upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong percepatan reformasi integritas pasar modal.
Ia mengatakan, reformasi pasar modal sangat penting dilakukan dalam mendorong geliat investasi di Indonesia. Dengan begitu ia berharap, investasi yang dibangun industri asuransi di pasar modal bisa terus tumbuh.
"Industri asuransi income ada dua flownya. Pertama dari premi, kedua hasil investasi. Jadi reformasi pasar modal sangat penting. Kalau misalnya sedang banyak bencana, klaim tinggi preminya kalah, bisa ditutup dari investasinya jadi penting bagi kita," ujar Yulius dalam Market Outlook 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa, (3/3/2026).
Terlebih melihat kondisi saat ini. Adanya perang dan status wilayah Indonesia yang rentan akan bencana membuat perolehan premi industri asuransi tidak sebanding dengan klaim yang dikeluarkan.
"Kita tau kondisi Indonesia ada bencana, kemudian ada perang ini kan jelas secara premi memang ada tekanan memang diperbaiki sisi satunya lagi which is investasi tapi memang kita punya rencana jadi akhirnya governance harus tetap kuat. Dengan semangat dari Presiden, OJK memang memberi harapan baru," jelasnya.
Seperti diketahui, OJK telah mendorong percepatan reformasi integritas pasar modal melalui 8 rencana aksi.
Pertama, kebijakan baru free float dengan menaikkan batas minimum menjadi 15% sesuai standar global. Kebijakan ini akan berlaku untuk emiten yang akan IPO dan diberikan masa transisi agar dapat melakukan penyesuaian wajar. Kedua, transparansi ultimate beneficial owner (UBO), untuk meningkatkan kredibilitas dan investibility pasar. Ketiga, penguatan data kepemilikan saham. Rencana aksi keempat, demutualisasi Bursa Efek Indonesia, sebagai bagian dari penguatan governasi dan mitigasi benturan kepentingan. Kiki, sapaan Friderica menegaskan OJK terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam rangka persiapan implementasi demutualisasi bursa efek. Kelima, penegakan peraturan dan sanksi, dengan memperkuat enforcement secara tegas dan berkelanjutan terhadap pelanggaran hukum, termasuk manipulasi transaksi saham dan informasi menyesatkan.
Keenam, tata kelola emiten dengan mewajibkan pendidikan berkelanjutan bagi direksi, komisaris hingga komite audit. Kewajiban bagi penyusun laporan keuangan emiten untuk memiliki sertifikasi CA.
Ketujuh, pendalaman pasar secara terintegrasi, dengan mengakselerasi inisiatif-inisiatif pendalaman pasar, baik dari sisi demand, supply dan infrastruktur. Terakhir, kolaborasi dan sinergi dengan stakeholder dalam melanjutkan reformasi struktural secara berkesinambungan. Selain itu, OJK juga akan bentuk tim satgas percepatan reformasi integritas pasar modal, ini kolaborasi OJK dan pemerintah yang akan secara intensif melihat pemenuhan action plan dan tata kelola market.
(dpu/dpu)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)





