Amalia Zahira, CNBC Indonesia
05 January 2026 15:45
Jakarta, CNBCIndonesia - Venezuela pernah menjadi salah satu negara terkaya di Amerika Latin. Namun, perjalanan produk domestik bruto (PDB) negara ini sejak 1960 hingga kini memperlihatkan bagaimana ketergantungan berlebihan pada komoditas dan salah kelola ekonomi dapat membawa sebuah negara ke jurang krisis mendalam.
Berdasarkan data World Bank, dibuka dengan jumlah PDB mencapai US$ 7.66 miliar pada 1960, ekonomi Venezuela tumbuh stabil seiring booming industri minyak hingga tahun 1970-an. Pada periode ini, ekspor minyak menjadi tulang punggung ekonomi dan mendorong peningkatan pendapatan negara secara signifikan.
Puncak kejayaan ekonomi Venezuela terjadi pada 2010. PDB nominal negara ini mencapai sekitar US$ 393,12 miliar, didorong oleh harga minyak global yang tinggi dan belanja negara yang ekspansif. Namun, fondasi pertumbuhan tersebut rapuh karena ekonomi sangat bergantung pada satu komoditas utama. PDB per kapita Venezuela pada 2010 ada di US$13.643 dengan hitungan PDB konstan 2010.
Sebagai perbandingan, pada 2010, PDB Indonesia mencapai US$ 755,09 miliar dengan PDB per kapita sebesar US$2.349,6. Artinya, PDB per kapita Venezuela pada 2010 setara lima kali lipat Indonesia bahkan hampir enam kali lipat.
Krisis mulai pecah setelah 2013. Kejatuhan harga minyak, diikuti kebijakan kontrol harga, pembatasan kurs, nasionalisasi industri, serta sanksi internasional, membuat ekonomi Venezuela runtuh. Pada 2020, PDB Venezuela tercatat anjlok ke kisaran US$ 42.84 miliar, turun sekitar 89% dibandingkan puncaknya. Penurunan ini menjadikannya salah satu krisis ekonomi terdalam yang pernah dialami negara non-konflik di era modern.
Sejak 2021, Venezuela menunjukkan tanda-tanda pemulihan terbatas. Pelonggaran kontrol ekonomi dan meningkatnya penggunaan dolar AS dalam aktivitas domestik membantu menghidupkan kembali sebagian aktivitas ekonomi. Namun hingga 2024, PDB Venezuela masih berada di kisaran US$ 119.8 miliar, jauh di bawah level pra-krisis. PDB per kapita sebesar US$4.217,6.
Sebagai perbandingan, PDB Indonesia pada 2024 sebesar US$1,4 triliun dan PDB per kapita US$4.925,4. Artinya, PDB per kapita Venezuela sekarang lebih rendah dibandingkan Indonesia.
Perjalanan PDB Venezuela menegaskan satu pelajaran penting: kekayaan sumber daya alam tidak menjamin stabilitas ekonomi jangka panjang tanpa tata kelola yang kuat, diversifikasi ekonomi, dan kebijakan makro yang berkelanjutan.
(mae/mae)































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310777/original/099498800_1754792417-527569707_18517708213000398_2665174359766286643_n.jpg)







