Perusahaan Untung Gede, Ternyata Gaji Kurir Barang di RI Cuma Segini

2 hours ago 4

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

02 January 2026 19:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Kurir menjadi salah satu tulang punggung pesatnya bisnis e-commerce di Indonesia.

Selain para penjual yang aktif melakukan siaran langsung hingga dini hari di berbagai platform e-commerce, terdapat jutaan kurir yang menjadi tulang punggung industri belanja online, khususnya sektor logistik di Indonesia.

Sepanjang 2024, sektor ekspedisi dan kurir menunjukkan kinerja bisnis yang solid, sekaligus membuka gambaran soal berapa sebenarnya penghasilan para kurir di Indonesia.

Berdasarkan profil perusahaan ekspedisi dan kurir nasional, rata-rata balas jasa pekerja di sektor ini tercatat sekitar Rp4,6 juta per bulan per pekerja. Angka tersebut mencerminkan pendapatan rata-rata pekerja di industri logistik, termasuk kurir yang melayani platform e-commerce besar.

Jika dibandingkan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024, nilai ini telah melampaui UMP tertinggi kedua, Papua, yang sebesar Rp4 juta, namun masih berada di bawah UMP tertinggi nasional, DKI Jakarta, yang mencapai sekitar Rp5 juta.

Di sisi perusahaan, bisnis logistik tergolong menggiurkan. Rata-rata pendapatan perusahaan ekspedisi dan kurir di Indonesia mencapai Rp23,7 miliar per tahun sepanjang 2024. Tingginya pendapatan ini sejalan dengan lonjakan volume pengiriman, di mana sektor ekspedisi mencatat pengiriman sekitar 8,6 ribu ton barang, sementara sektor kurir mencapai 826 ribu kilogram dalam setahun.

Meski permintaan pengiriman terus meningkat, pendapatan kurir kerap menjadi sorotan publik, terutama saat dibandingkan dengan beban kerja di lapangan.

Aktivitas pengiriman tidak hanya didominasi jarak dekat. Data menunjukkan pengiriman antar provinsi menjadi yang terbesar dengan porsi 47,14%, disusul pengiriman dalam provinsi sebesar 40,96%, serta pengiriman ke luar negeri 11,90%. Artinya, distribusi barang yang ditangani kurir dan perusahaan logistik semakin luas dan kompleks.

Gambaran ini memperlihatkan kontras di industri logistik, di mana pertumbuhan bisnis perusahaan melaju pesat seiring ledakan e-commerce, sementara pendapatan pekerja masih berada pada level yang relatif moderat. Ke depan, perhatian terhadap kesejahteraan kurir, skema kemitraan, dan efisiensi operasional diperkirakan akan semakin menguat, seiring peran kurir yang kian krusial dalam menjaga roda ekonomi digital tetap berputar.

(mae/mae)

Read Entire Article
| | | |