Perut Sering Kembung Belum Tentu Maag, Bisa Jadi karena Bakteri Ini

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang mengeluhkan perut terasa sangat kembung meski hanya makan dalam porsi kecil. Rasa penuh, begah, hingga gas berlebih kerap langsung dikaitkan dengan maag atau asam lambung.

Padahal, kondisi tersebut belum tentu berasal dari lambung. Dokter sekaligus praktisi manajemen layanan kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, MARS, FISQua menjelaskan, keluhan tersebut bisa jadi berkaitan dengan gangguan di usus halus yang dikenal sebagai SIBO (Small Intestinal Bacterial Overgrowth).

Ia menjelaskan, secara normal, usus halus memiliki jumlah bakteri yang sangat sedikit dan relatif steril. Sebaliknya, usus besar memang menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Masalah muncul ketika bakteri dari usus besar naik dan tumbuh berlebihan di usus halus.

"Akibatnya, makanan yang baru masuk langsung difermentasi terlalu dini. Gas terbentuk lebih cepat, tekanan di perut meningkat, dan muncullah rasa kembung meskipun porsi makan sedikit," jelasnya dikutip dari Instagram @adityaspratama, Selasa (3/3/2026).

Menurut dr. Aditya, sejumlah penelitian menunjukkan SIBO kerap berkaitan dengan kondisi lain seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), diabetes, serta gangguan motilitas usus atau perlambatan gerakan usus. Saat pergerakan usus melambat, kata ia, bakteri lebih mudah menumpuk dan berkembang berlebihan.

"Gejala SIBO sering kali membingungkan karena mirip dengan maag atau IBS. Keluhan yang muncul antara lain kembung ekstrem setelah makan, gas berlebih dengan bau menyengat, diare atau konstipasi bahkan bisa bergantian, sampai efisiensi nutrisi seperti vitamin B12, zat besi, hingga vitamin larut lemak," katanya.

Karena gejalanya tumpang tindih dengan gangguan lambung, SIBO kerap tidak terdeteksi. Ia menegaskan, diagnosis SIBO tidak dapat ditegakkan melalui USG atau rontgen.

"Pemeriksaan yang dibutuhkan adalah breath test, yaitu tes napas untuk mengukur kadar gas hidrogen atau metana hasil fermentasi bakteri di usus," tuturnya.

Ia juga mengingatkan, SIBO tidak bisa sembuh dengan konsumsi probiotik secara sembarangan. Sebab, pada kondisi ini masalah utamanya adalah kelebihan bakteri di lokasi yang tidak semestinya.

"Terapi SIBO harus bertahap dan terarah. Biasanya melibatkan antibiotik khusus, pengaturan pola makan rendah fermentasi, perbaikan motilitas usus, serta penanganan penyakit dasarnya," ujarnya.

Karena itu, bagi yang sering mengalami perut kembung terus-menerus meski makan sedikit, sebaiknya tidak langsung menyalahkan asam lambung. Bisa jadi ada masalah tersembunyi di usus halus yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |