Potret "Armada Bayangan" Rusia Dicegat Militer Negara NATO

5 hours ago 3
Kapal-kapal angkatan laut Prancis mengepung kapal tanker minyak GRINCH, yang dicegat oleh Prancis di Laut Alboran karena dicurigai beroperasi dengan bendera palsu dan merupakan bagian dari armada bayangan Rusia yang memungkinkan Rusia mengekspor minyak meskipun ada sanksi, dan dialihkan ke pelabuhan Marseille-Fos, di Teluk Fos-sur-Mer, di Martigues, Prancis, 25 Januari 2026. (REUTERS/Manon Cruz)

Kapal-kapal Angkatan Laut Prancis mengawal kapal tanker minyak yang dicegat di Laut Alboran karena dicurigai beroperasi dengan bendera palsu dan terkait armada bayangan Rusia untuk menghindari sanksi ekspor minyak, sebelum dialihkan ke pelabuhan Marseille–Fos di Teluk Fos-sur-Mer, Martigues, Prancis, Minggu (25/1/2026). Menurut prefektur maritim Mediterania, tanker tersebut tiba di Teluk Fos pada Sabtu (24/1/2026) setelah disita oleh Angkatan Laut Prancis pada Kamis. (REUTERS/Manon Cruz)

Kapal-kapal angkatan laut Prancis mengepung kapal tanker minyak GRINCH, yang dicegat oleh Prancis di Laut Alboran karena dicurigai beroperasi dengan bendera palsu dan merupakan bagian dari armada bayangan Rusia yang memungkinkan Rusia mengekspor minyak meskipun ada sanksi, dan dialihkan ke pelabuhan Marseille-Fos, di Teluk Fos-sur-Mer, di Martigues, Prancis, 25 Januari 2026. (REUTERS/Manon Cruz)

Angkatan Laut Prancis mencegat kapal tanker itu setelah kapal berangkat dari pelabuhan Murmansk, Rusia, pada awal Januari. Kapal tersebut dicurigai beroperasi menggunakan bendera palsu dan diduga terlibat dalam jaringan “armada bayangan” yang memungkinkan Rusia mengekspor minyak meskipun menghadapi sanksi internasional. (REUTERS/Manon Cruz)

Kapal-kapal angkatan laut Prancis mengepung kapal tanker minyak GRINCH, yang dicegat oleh Prancis di Laut Alboran karena dicurigai beroperasi dengan bendera palsu dan merupakan bagian dari armada bayangan Rusia yang memungkinkan Rusia mengekspor minyak meskipun ada sanksi, dan dialihkan ke pelabuhan Marseille-Fos, di Teluk Fos-sur-Mer, di Martigues, Prancis, 25 Januari 2026. (REUTERS/Manon Cruz)

“Kapal tersebut saat ini sedang berlabuh,” ujar prefektur maritim. Dalam pernyataan bersama dengan prefektur Bouches-du-Rhône, disebutkan bahwa kapal tanker itu akan diserahkan kepada jaksa penuntut umum Marseille sebagai bagian dari penyelidikan awal terkait dugaan ketiadaan bendera yang sah. (REUTERS/Manon Cruz)

Kapal-kapal angkatan laut Prancis mengepung kapal tanker minyak GRINCH, yang dicegat oleh Prancis di Laut Alboran karena dicurigai beroperasi dengan bendera palsu dan merupakan bagian dari armada bayangan Rusia yang memungkinkan Rusia mengekspor minyak meskipun ada sanksi, dan dialihkan ke pelabuhan Marseille-Fos, di Teluk Fos-sur-Mer, di Martigues, Prancis, 25 Januari 2026. (REUTERS/Manon Cruz)

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis mengatakan bahwa kapal tanker tersebut telah digeledah di perairan internasional dan bahwa penyelidikan yudisial telah dibuka terkait kasus ini. (REUTERS/Manon Cruz)

Kapal-kapal angkatan laut Prancis mengepung kapal tanker minyak GRINCH, yang dicegat oleh Prancis di Laut Alboran karena dicurigai beroperasi dengan bendera palsu dan merupakan bagian dari armada bayangan Rusia yang memungkinkan Rusia mengekspor minyak meskipun ada sanksi, dan dialihkan ke pelabuhan Marseille-Fos, di Teluk Fos-sur-Mer, di Martigues, Prancis, 25 Januari 2026. (REUTERS/Manon Cruz)

Pencegatan kapal terjadi di laut lepas Mediterania barat, di antara pantai selatan Spanyol dan pantai utara Maroko, kata polisi maritim Prancis. Operasi tersebut didukung oleh angkatan laut negara lain, termasuk Inggris, tambah pernyataan itu. (REUTERS/Manon Cruz)

Read Entire Article
| | | |