Potret Pengamanan Nego AS-Iran di Pakistan, Nasib Dunia Dipertaruhkan

2 hours ago 3
Seorang petugas polisi memberi isyarat ke sebuah kendaraan di pos pemeriksaan di sepanjang jalan dekat Masjid Faisal, saat Pakistan bersiap menjadi tuan rumah bagi AS dan Iran untuk fase kedua pembicaraan perdamaian di Islamabad, Pakistan, 19 April 2026. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Seorang petugas polisi memberi isyarat kepada kendaraan di pos pemeriksaan di dekat Masjid Faisal, saat Pakistan bersiap menjadi tuan rumah fase kedua pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Minggu (19/4/2026). Menjelang pertemuan tingkat tinggi tersebut, pengamanan diperketat di sejumlah ruas jalan, dengan pendirian pos-pos pemeriksaan guna memastikan kelancaran dan keamanan selama persiapan berlangsung. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Seorang petugas polisi memberi isyarat ke sebuah kendaraan di pos pemeriksaan di sepanjang jalan dekat Masjid Faisal, saat Pakistan bersiap menjadi tuan rumah bagi AS dan Iran untuk fase kedua pembicaraan perdamaian di Islamabad, Pakistan, 19 April 2026. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Presiden AS, Donald Trump, memberi sinyal bahwa pembicaraan lanjutan dengan Iran dapat segera dilakukan setelah putaran awal negosiasi berakhir tanpa kesepakatan pada akhir pekan lalu. Pernyataan ini memunculkan harapan baru di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Seorang petugas polisi memberi isyarat ke sebuah kendaraan di pos pemeriksaan di sepanjang jalan dekat Masjid Faisal, saat Pakistan bersiap menjadi tuan rumah bagi AS dan Iran untuk fase kedua pembicaraan perdamaian di Islamabad, Pakistan, 19 April 2026. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Dalam wawancara telepon dengan New York Post, Trump menyebut putaran kedua pembicaraan bisa berlangsung “dalam dua hari ke depan” dan kemungkinan kembali digelar di Islamabad. Ia bahkan menyarankan para pihak tetap berada di Pakistan karena peluang pertemuan lanjutan dinilai cukup besar dalam waktu dekat, meski sempat menyatakan lokasi pertemuan bisa berubah sebelum akhirnya kembali mengarah ke Islamabad. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Seorang petugas polisi memberi isyarat ke sebuah kendaraan di pos pemeriksaan di sepanjang jalan dekat Masjid Faisal, saat Pakistan bersiap menjadi tuan rumah bagi AS dan Iran untuk fase kedua pembicaraan perdamaian di Islamabad, Pakistan, 19 April 2026. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Trump juga memuji kepala angkatan darat Pakistan, Asim Munir, yang dinilai telah berperan penting dalam menjaga stabilitas. Di sisi lain, jalur diplomasi informal terus diintensifkan untuk membuka kembali ruang dialog antara Washington dan Teheran. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Seorang petugas polisi memberi isyarat ke sebuah kendaraan di pos pemeriksaan di sepanjang jalan dekat Masjid Faisal, saat Pakistan bersiap menjadi tuan rumah bagi AS dan Iran untuk fase kedua pembicaraan perdamaian di Islamabad, Pakistan, 19 April 2026. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyebut peluang pembicaraan lanjutan “sangat mungkin” terjadi, merujuk pada komunikasinya dengan Wakil Perdana Menteri Pakistan, Ishaq Dar. Namun, seorang pejabat AS menegaskan belum ada jadwal resmi karena isu ambisi nuklir Iran masih menjadi ganjalan utama. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Seorang petugas polisi memberi isyarat ke sebuah kendaraan di pos pemeriksaan di sepanjang jalan dekat Masjid Faisal, saat Pakistan bersiap menjadi tuan rumah bagi AS dan Iran untuk fase kedua pembicaraan perdamaian di Islamabad, Pakistan, 19 April 2026. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Sementara itu, konflik yang telah memasuki minggu ketujuh terus menimbulkan dampak luas secara kemanusiaan dan ekonomi global. Ketegangan meningkat setelah AS memberlakukan blokade di Selat Hormuz. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan kapal tanker asal China tidak akan diizinkan melintas, memicu kritik dari Presiden China, Xi Jinping, serta mendorong lonjakan harga minyak global. (REUTERS/Waseem Khan)

Read Entire Article
| | | |