Prabowo Kampanye Gerakan Pakai Genteng, Pedagang Beri Respons Begini

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pedagang genteng mengaku senang dengan adanya rencana program gentengisasi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mencapai gerakan ASRI yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di toko genteng di tepi Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur pada Rabu (4/2/2026), tampak toko-toko genteng saat ini sepi pembeli.

Dari toko-toko genteng yang ada di Jalan DI Panjatian, kondisinya pun sepi dan tak ada pelanggan yang datang. Dengan adanya program gentengisasi, para pedagang genteng pun berharap hal tersebut dapat mendongkrak lagi penjualannya. Namun, efek dari pencanangan program itu, belum dapat dirasakan oleh para pedagang genteng saat ini.

Salah satunya diungkap oleh Mario, pedagang di toko genteng Dunia Atap, di mana efek dari rencana gentengisasi belum terasa saat ini.

"Belum ya, masih seperti kemarin-kemarin kondisinya, sepi, mungkin karena baru 2 hari ya, kan engga bisa langsung ke dampaknya," kata Mario saat ditemui CNBC Indonesia, Rabu (4/2/2026).

Saat ini, menurutnya, penjualan genteng sedang lesu, mengikuti penjualan bahan bangunan yang juga lesu.

"Genteng sebenarnya juga tergantung dengan kondisi penjualan bahan bangunan. Kalau bahan bangunan masih lesu, ya genteng juga mengikuti, karena saat ini tuh jarang yang beli genteng dalam jumlah banyak, paling yang beli karena genteng rumah habis pecah-pecah aja, belinya paling 5 sampai 10 buah," lanjutnya.

Kondisi toko genteng di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)Foto: Kondisi toko genteng di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)
Kondisi toko genteng di Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)

Meski begitu, pihaknya tetap menyambut baik dan berharap dengan adanya program gentengisasi, bisa meningkatkan penjualan kembali.

"Ya sebenarnya agak aneh juga tiba-tiba ada seruan buat ganti atap seng jadi genteng, memang atap seng atau asbes itu panas, gampang karat, dan berisik, tapi kan enggak semua orang tiba-tiba langsung ganti jadi genteng, tapi tetap ya berharap program itu nggak asal-asalan aja," ujarnya.

Di tokonya, harga genteng pun bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga Rp 18.000 untuk satu lembar. Harga juga dipengaruhi oleh kualitas genteng, sehingga semakin baik bahan gentengnya, semakin mahal pula harganya.

Selain itu, di tokonya, para pembeli juga bisa membeli genteng secara satuan. Bahkan, cara inilah yang menurutnya bisa membuat toko tetap bertahan.

"Kita jualan satuan juga, ya per lembarnya lah, satunya ada yang Rp3.000-an untuk jenis genteng tanah liat," ungkapnya.

Senada dengan Mario, pedagang genteng lainnya yakni Usman, yang ada di Toko Harapan Saudara, mengungkapkan belum terasa dampaknya pasca adanya rencana gentengisasi.

"Belum, masih seperti kemarin-kemarin, ya sepi, masih segini-gini aja," kata Usman.

Usman mengungkapkan tokonya sepi pelanggan terjadi sejak 2025 dan juga bergantung dengan kondisi bahan bangunan lainnya.

"Sudah makin sepi sejak 2025 lah, ya intinya, kalau bahan bangunan belum ramai, ya genteng juga," tambahnya.

Meski begitu, Ia berharap dengan adanya rencana gentengisasi, maka dapat mendongkrak lagi penjualan genteng di tokonya.

"Ya terkait wacana gentengisasi, sebenarnya agak skeptis ya, karena kadang cuma wacana saja, tapi ya semoga beneran dilakukan ya, soalnya kalau seperti ini terus, ya bingung juga kami," ucapnya.

(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |