Prabowo Panggil Bos BI, Purbaya, Hingga Bahlil ke Istana, Ada Apa?

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pimpinan lembaga di tengah kondisi tekanan terhadap ekonomi Indonesia, imbas perang yang terjadi di Timur Tengah.

Beberapa waktu lalu nilai tukar mata uang Rupiah sempat melemah hingga hampir menyentuh level Rp 17.000/US$ begitu juga dengan harga minyak global juga sempat tembus di atas US$ 100 per barel.

Dari pantauan CNBC Indonesia pertemuan ini dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Meski enggan membeberkan detail pembahasan rapat, namun menurut Bahlil pertemuan ini akan membahas persiapan kesediaan pangan dan BBM menjelang lebaran, menyikapi perkembangan terkait konflik di Timur Tengah.

"Ya hari ini kita diundang rapat oleh Bapak Presiden, pembahasannya seperti apa nanti setelah rapat baru saya kasih informasi, tapi feeling saya masih tetap terkait dengan urusan persiapan hari Raya Idul Fitri dan ketersediaan pangan, kemudian BBM, dan juga adalah bagaimana menyikapi perkembangan terkini terkait dengan ketegangan di Timur Tengah, karena kita tahu kemarin harga BBM naik mencapai di atas US$ 100 per barel dan tadi hari ini sudah turun di bawah US$ 100 barel per day, sekitar US$ 80-90 dolar jadi terjadi fluktuasi yang cepat sekali," kata Bahlil.

Di sisi lain, Perry enggan mengatakan perihal pembahasan apa yang dilakukan dengan presiden. Begitu juga saat ditanya intervensi apa yang dilakukan Bank Indonesia di tengah kondisi pelemahan Rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.000 per /US$, kemarin.

"Makasih-makasih," kata Perry.

Senada Purbaya juga enggan bicara mengenai apa yang dibahas dengan presiden. "Belum tahu," katanya.

Namun Purbaya mengatakan akan meminta arahan terkait stabilitas fiskal. Meski dia tidak membeberkan lebih lanjut. "Kita jaga-jaga aja, saya juga akan nanya stabilitas fiskal," tutur.

Saat ditanya mengenai pelemahan Rupiah, Purbaya juga mengatakan fondasi ekonomi Indonesia masih mampu untuk mengendalikan Rupiah. Caranya dengan memastikan likuiditas di sistem perbankan, juga monitor yang ketat dari Bank Indonesia.

"Jadi, kerjasama yang enak antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar," kata Purbaya.

Sedangkan cadangan BBM Indonesia saat ini juga disebut masih aman hingga perayaan lebaran. Karena asumsi harga BBM untuk perhitungan subsidi di APBN 2026 pada level US$ 70 per barel, sedangkan menurut Purbaya, fluktuasi yang terjadi baru beberapa hari.

"Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh. Rata-rata setahun 70 asumsi kita. Ini kan baru beberapa hari saja," kata Purbaya.

Pertemuan itu juga terlihat dihadiri, Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) Aris Marsudiyanto, Menditkisaintek Brian Yuliarto.

(hoi/hoi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |