Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
06 July 2026 13:45
Jakarta, CNBC Indonesia - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Jakarta, Senin (6/7/2026), menjadi momentum penting untuk melihat kembali seberapa besar peran Singapura bagi ekonomi Indonesia.
Kunjungan Wong ke Indonesia dilakukan dalam agenda Leaders' Retreat Indonesia-Singapura, forum bilateral tahunan tingkat tertinggi kedua negara. Dalam forum ini, kedua pemimpin tidak hanya membahas hubungan politik dan isu kawasan, tetapi juga kerja sama ekonomi yang selama ini menjadi salah satu fondasi utama hubungan Indonesia dan Singapura.
Singapura selama ini dikenal sebagai salah satu mitra ekonomi paling strategis bagi Indonesia. Namun, hubungan ekonomi kedua negara punya dua wajah yang menarik. Dari sisi perdagangan barang, Indonesia masih mencatat defisit cukup besar.
Namun dari sisi investasi, Singapura justru menjadi negara asal penanaman modal asing terbesar ke Indonesia.
RI Defisit Dagang Rp69 Triliun dari Singapura
Merujuk data Satu Data Kementerian Perdagangan, neraca perdagangan Indonesia dengan Singapura masih berada di zona defisit pada paruh pertama 2026.
Sepanjang Januari-Juni 2026, ekspor Indonesia ke Singapura tercatat sebesar US$5,07 miliar. Nilai ini turun 22,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, impor Indonesia dari Singapura mencapai US$8,90 miliar. Impor ini juga turun 7,67% secara tahunan, tetapi nilainya masih jauh lebih besar dibandingkan ekspor Indonesia kesana.
Akibatnya, Indonesia mencatat defisit neraca dagang dengan Singapura sebesar US$3,83 miliar sepanjang Januari-Juni 2026. Dengan asumsi kurs terkini sekitar Rp17.980/US$, nilai defisit ini setara sekitar Rp68,9 triliun.
Data tersebut menunjukkan bahwa ekspor dan impor sama-sama turun. Namun, karena impor Indonesia dari Singapura masih lebih besar, neraca dagang Indonesia tetap defisit.
Bahkan, defisit tersebut memburuk dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Neraca dagang Indonesia dengan Singapura tercatat turun 23,93% secara tahunan, yang menandakan tekanan defisit masih cukup kuat.
Dari sisi komoditas, impor Indonesia dari Singapura masih didominasi oleh bahan bakar mineral. Nilainya mencapai US$5,130 miliar, jauh lebih besar dibandingkan komoditas lainnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dalam Energy Forum CNBC Indonesia, mengungkapkan bahwa mayoritas impor BBM Indonesia memang berasal dari kawasan Asia Tenggara, terutama Singapura dan Malaysia.
Menurut Bahlil, sekitar 62% pasokan BBM impor Indonesia berasal dari Singapura, kemudian 35% dari Malaysia, dan sisanya sekitar 3% dari negara lain.
Besarnya impor BBM dari Singapura juga tidak lepas dari kondisi produksi minyak Indonesia yang belum mampu mengejar kebutuhan konsumsi dalam negeri. Bahlil menyebut lifting minyak Indonesia pada 2025 berada di kisaran 605.000 barel per hari, sementara konsumsi minyak nasional mencapai sekitar 1,5 juta hingga 1,6 juta barel per hari.
Selain bahan bakar mineral, impor Indonesia dari Singapura juga banyak berasal dari komoditas mesin dan peralatan industri. Impor kelompok HS 84 atau reaktor nuklir, ketel, mesin, dan peralatan mekanis tercatat sebesar US$1,19 miliar, tumbuh tajam 43,96% secara tahunan..
Kemudian, impor HS 85 atau mesin dan perlengkapan elektrik mencapai US$564 juta, naik 3,50% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Singapura Nomor 1 Tanam Modal di RI
Singapura memiliki pengaruh besar dalam arus investasi langsung ke Tanah Air.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan Singapura menjadi negara asal penanaman modal asing atau PMA terbesar ke Indonesia pada kuartal I-2026.
Realisasi investasi Singapura ke Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai US$4,6 miliar. Dengan kurs APBN Rp16.500/US$, nilai tersebut setara sekitar Rp75,9 triliun.
Singapura unggul jauh dibandingkan negara lain. Hong Kong berada di posisi kedua dengan realisasi investasi US$2,7 miliar, disusul China US$2,2 miliar, Amerika Serikat US$1,3 miliar, dan Jepang US$1,0 miliar.
Besarnya investasi dari Singapura menunjukkan bahwa negara tersebut tetap menjadi pintu masuk penting bagi modal asing ke Indonesia. Bahkan, nilai investasi Singapura pada kuartal I-2026 hampir 1,7 kali lipat dibandingkan Hong Kong yang berada di posisi kedua.
Hal ini juga mempertegas posisi Singapura sebagai mitra ekonomi yang sangat penting bagi Indonesia. Bukan hanya sebagai mitra dagang, tetapi juga sebagai sumber pendanaan, basis perusahaan regional, dan penghubung Indonesia dengan investor global.
Salah satu alasan utama Singapura bisa menjadi negara asal investasi terbesar ke Indonesia adalah posisinya sebagai pusat finansial global. Banyak lembaga keuangan, perusahaan investasi, private equity, venture capital, hingga kantor regional perusahaan multinasional berkantor di Singapura.
Dengan posisi tersebut, Singapura menjadi tempat berkumpulnya modal global sebelum dialirkan ke berbagai negara tujuan investasi, termasuk Indonesia. RI menjadi salah satu tujuan utama karena memiliki pasar besar, kebutuhan pembangunan yang tinggi, serta potensi pertumbuhan ekonomi yang masih menarik.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449843/original/037142600_1766116592-teja_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523027/original/000294000_1772785878-5.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174269/original/058441100_1742913019-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-15.JPG)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5508843/original/080072800_1771622792-20260220AA_Persija_Jakarta_vs_PSM_Makassar-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)