Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba-tiba menelepon pimpinan Nvidia, Jensen Huang, saat sedang berdiri di atas panggung dalam sebuah pertemuan puncak pengusaha teknologi di Los Angeles. Melalui speaker HP yang dibunyikan di hadapan ratusan orang, Trump menyebut penentang pembangunan pusat data dan kecerdasan buatan sebagai orang yang bekerja untuk kepentingan pihak lain. Ia bahkan menyebutkan secara langsung bahwa penentang itu kemungkinan besar didukung oleh China, dikutip dari laporan CNBC Internasional, Selasa (15/9/2026).
"Saya katakan kepada Anda, semua itu hanyalah kebohongan," ujar Trump melalui sambungan telepon yang dibunyikan Huang di atas panggung. "Data center itu sangat baik. Data center itu membuat rakyat kaya dan membuat negara kaya. Mereka yang menentangnya justru bermain ke tangan pihak lain yang tidak ingin kita maju. Dan saya beri tahu Anda, kemungkinan besar itu berasal dari China."
Pernyataan tajam ini disampaikan di tengah gelombang protes yang makin meluas di berbagai wilayah Amerika Serikat. Warga dan pemerintah daerah mulai menolak pembangunan pusat data karena kebutuhan listrik yang melonjak tajam dan berpotensi menaikkan tagihan listrik rumah tangga. Namun Trump menolak menerima alasan tersebut dan menyebut seluruh kekhawatiran itu sebagai rekayasa yang tidak nyata.
"Semua kekhawatiran itu hanyalah tipuan," tegas Trump. "Data center adalah minyak untuk 20 hingga 25 tahun ke depan. Siapa pun yang mengadang berarti menghalangi rakyat Amerika Serikat makmur. Dan kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi."
Pernyataan Trump ini muncul berlawanan dengan pendapat beberapa tokoh teknologi terbesar dunia. Beberapa hari sebelumnya, pimpinan perusahaan AI Anthropic, Dario Amodei, menerbitkan tulisan terbuka yang mengajak seluruh industri memperlambat laju perkembangan kecerdasan buatan demi keamanan bersama. Ajakan itu kemudian didukung oleh pimpinan OpenAI, Sam Altman, serta pendiri SpaceX, Elon Musk.
Namun Trump justru menolak ajakan itu secara tegas. Ia menyebut pihak-pihak yang mengajak memperlambat perkembangan teknologi sebagai "revolusioner dengan tujuan jahat". Trump menyatakan tidak perlu ada aturan tambahan yang membatasi kecerdasan buatan. Menurutnya, alasan sebenarnya pihak lain menentang pembangunan pusat data adalah karena Amerika Serikat sedang memimpin jauh di depan negara lain, sehingga mereka berusaha menahan laju kemajuan tersebut.
Di atas panggung, Jensen Huang tampak menyetujui setiap pernyataan yang disampaikan Trump. "Anda benar sekali. Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi, Presiden," jawab Huang melalui pengeras suara. Dukungan ini makin memperlihatkan eratnya hubungan antara pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan Nvidia yang menjadi pemasok cip utama bagi seluruh industri kecerdasan buatan dunia.
Perdebatan besar kini sedang berlangsung. Di satu sisi, para peneliti dan masyarakat luas meminta pengawasan dan perlindungan agar tidak merugikan rakyat. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat dan pemimpin industri terbesar justru menyebut pengawasan itu sebagai ancaman yang datang dari luar negeri.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340905/original/042907900_1788529611-IMG_6511.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340290/original/025401600_1788499994-Raihan1.jpg)