Pria Singapura Dihukum Penjara karena Fetish Lihat Orang Diare

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria dengan fetish melihat remaja laki-laki mengalami diare dan kram perut dijatuhi hukuman penjara selama enam tahun. Pelaku yang menargetkan anak sekolah menyamar sebagai siswa yang sedang melakukan survei untuk proyek atau eksperimen palsu.

Ia meminta para korban untuk menggambarkan pengalaman mereka saat mengalami keracunan makanan atau diare. Terkadang, ia juga menyuruh korban mengonsumsi zat-zat tertentu yang dapat memicu sakit perut demi mendapatkan rekaman video saat mereka diare.

Dikutip dari CNA, Senin (22/6/2026), pelaku bernama Chew Jun Yang (Sean) yang merupakan warga negara Singapura berusia 36 tahun, dijatuhi hukuman penjara selama enam tahun satu bulan pada Kamis (18/6).

Ia mengaku bersalah atas 11 dakwaan, yang meliputi penipuan dengan menyamar sebagai orang lain, komunikasi seksual dengan tujuan mendapatkan kepuasan seksual, menyebabkan luka menggunakan obat yang tidak sehat, dan menipu seseorang untuk membuat rekaman intim melalui representasi palsu. Sebanyak 17 dakwaan lainnya turut dipertimbangkan dalam vonis.

Modus Pelaku

Chew menghubungi setidaknya 30 korban potensial dan korban lainnya dari 2018 hingga 2023. Ia meminta informasi pribadi, seperti nama, jenis kelamin, usia, ras, tinggi badan, berat badan, sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Setidaknya 19 dari mereka memberikan sebagian atau seluruh informasi yang diminta. Selain itu, setidaknya 10 korban memberikan satu atau lebih foto pribadi kepada Chew atas permintaannya.

Menurut laporan Institute of Mental Health (IMH) pada Juli 2025, Chew mengidap gangguan fetishistik (fetishistic disorder) sejak berusia 17 atau 18 tahun. Fetish-nya yaitu mendengar dan melihat video anak laki-laki pra-remaja berusia 13 hingga 15 tahun yang sedang mengalami kram perut dan diare.

Chew biasanya mengincar korban potensial dengan mengirim pesan teks melalui WhatsApp dan mengaku sebagai teman lama semasa SD. Ia akan meminta korbannya menebak siapa dirinya, sebelum akhirnya berpura-pura menjadi orang yang disebutkan oleh korban tersebut.

Chew meminta informasi pribadi dari para korbannya dengan dalih untuk kebutuhan survei sebuah proyek atau eksperimen. Ia juga meminta rincian informasi secara spesifik agar bisa menyasar anak-anak bertubuh lebih kecil dari kelas 1 atau 2 SMP, serta meminta foto mereka.

Ia kemudian berpura-pura sedang mengerjakan proyek dan meminta para korban menceritakan pengalaman mereka sebelumnya tentang keracunan makanan atau diare. Ia juga meminta rekaman suara atau video dari para korban yang menceritakan atau memperagakan pengalaman mereka.

Dalam salah satu kasus, Chew menyasar seorang siswa sekolah menengah dengan menyamar sebagai teman SD-nya. Ia meminta bantuan untuk proyek sekolah mengenai reaksi berbagai tubuh terhadap protein yang berbeda.

Chew merekam banyak dari panggilan video tersebut dengan klaim bahwa rekaman itu akan diserahkan ke lembaga penelitian lokal ternama untuk proyeknya. Anak itu sempat merasa risih karena bagian intimnya terekspos dalam beberapa panggilan, tetapi Chew meyakinkannya bahwa ia akan menyensor rekaman tersebut sebelum diserahkan.

Bertahun-tahun kemudian, pada Januari 2021, anak tersebut kebetulan bertemu dengan teman SD asli yang identitasnya ditiru oleh Chew. Setelah makan bersama, sang korban baru menyadari dan langsung mengonfrontasi Chew.

Chew juga sering mencari korban baru dengan meminta nomor kontak teman-teman dari korban yang sudah ada.

Pada April 2020, polisi menyita ponsel Chew untuk penyelidikan atas pelanggaran-pelanggaran sebelumnya. Mereka menemukan video materi pelecehan anak yang melibatkan dua anak laki-laki berseragam sekolah.

Meskipun demikian, Chew tetap mengulangi perbuatannya saat statusnya sedang dalam masa jaminan bebas polisi. 

Chew ditangkap pada September 2023 dan ditemukan 19 rekaman video seorang remaja laki-laki. Termasuk saat ia sedang buang air besar.

Pihak jaksa penuntut umum menuntut hukuman penjara antara enam tahun empat bulan hingga tujuh tahun satu bulan untuk Chew. Jaksa menyatakan bahwa Chew sebelumnya pernah dijatuhi hukuman tiga tahun penjara pada tahun 2015 untuk pelanggaran serupa.

Dia menambahkan bahwa gangguan fetishistik yang diidap Chew bukanlah faktor yang meringankan karena Chew memiliki pemahaman penuh atas kondisi mentalnya sendiri.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |