Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham Indonesia pada perdagangan sesi I Senin (22/6/2026), meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat.
Berdasarkan data perdagangan hingga penutupan sesi pertama, investor asing membukukan pembelian saham senilai Rp2,4 triliun. Namun, nilai penjualan mencapai Rp3,2 triliun sehingga tercatat net sell sebesar Rp771,1 miliar di seluruh pasar.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp126,8 miliar.
Di posisi berikutnya terdapat PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang mencatat net sell Rp115,3 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp100,6 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp82,7 miliar.
Sementara itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga masuk dalam daftar saham yang paling banyak dijual asing dengan nilai mencapai Rp77,6 miliar. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat net sell Rp50,3 miliar.
Selain sektor perbankan, investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp41,9 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp37,4 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp33,7 miliar, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp32,3 miliar.
Di sisi lain, saham-saham berbasis komoditas justru menjadi incaran investor asing. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memimpin daftar top foreign buy dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp97,1 miliar.
Kemudian disusul PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp78,5 miliar dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) senilai Rp17,6 miliar. Saham lain yang turut diburu asing antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pekan ini di zona merah meski sejumlah sentimen pasar mulai membaik. Pada penutupan perdagangan sesi pertama Senin (22/6/2026), IHSG anjlok 1,25% atau turun 77,21 poin ke level 6.099,92.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui aplikasi IDX Mobile pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di area positif dengan level pembukaan di 6.217,05.
(mkh/mkh)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509184/original/062087100_1771660915-20260220AA_Jean_Mota-3.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496722/original/026716900_1770597145-5.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249375/original/065795600_1749635323-viet_3.jpg)