Video: Purbaya Pertimbangkan Insentif Motor Listrik dan Subsidi Lansia

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN masih kuat untuk menahan dampak gejolak Harga energi terhadap subsidi BBM dan LPG sehingga Harga BBM subsidi tidak naik dan daya beli terganggu oleh karena itu tidak akan berdampak pada ekonomi RI.

Sementara terkait pelemahan nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh level terendah Rp 18.200 per Dolar AS yang menjadi sentimen negatif ke ekonomi RI, Purbaya memastikan fundamental ekonomi masih kuar ditopang strategi ekonomi pemerintahan Prabowo yang tepat sasaran dan tidak bocor.

Kemenkeu Bersama Bank Indonesia bekerjasama menjaga sentimen terhadap nilai tukar RI dan memastikan dampaknya terbatas bagi ekonomi RI.

Di sisi lain Purbaya memastikan komitmen pemerintah mengatasi berbagai hambatan investasi lewat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) The Bottle Necking. Dimana Satgas ini sudah dapat mengatasi berbagai hambatan investasi berkat kerjasama Kemenkeu dan Kementerian/Lembaga Terkait contoh kasus pembangkit Waste energy di Sualwesi berhasil diatasi.

Purbaya juga mendorong K/L untuk memaksimalkan belanja sebagai penopang ekonomi RIdan bagi yang lambat/tak memenuhi target akan diatur ulang pada tahun bendatang. Purbya juga memastikan pengawasan belanja K/L agar dapat berdampak pada ekonomi dan pembangunan.

Terkait insentif pada paruh ke-2 20206, Purbaya tengah mempertimbangkan untuk memberikan insentif ke kendaraan listrik. Selain itu juga akan ada ada subsidi bagi masyarakat usia lanjut yang belum namun masih menunggu keputusan Presiden.

Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Economic Update, CNBC Indonesia (Rabu, 24/06/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |