Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dirinya akan membicarakan mengenai kebijakan pajak ekspor terhadap perhiasan dengan kriteria berat tertentu dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Adapun, Purbaya pun belum dapat menjabarkan nilai atau berat tertentu dari perhiasan yang akan dikenakan pajak.
"Nanti masih dipikirkan, tetapi kira-kira yang beratnya tertentu...masih akan diomongin sama Bea Cukai," kata Purbaya, Rabu (19/8/2026).
Sebelumnya, Purbaya menjelaskan rencana pengenaan pajak ini muncul setelah dirinya mengetahui sejumlah eksportir diduga memanfaatkan celah aturan dengan mendeklarasikan emas sebagai perhiasan agar terbebas dari pungutan bea keluar yang berlaku untuk emas batangan.
Padahal, kata dia, sebagian produk yang diekspor tidak memiliki nilai tambah yang signifikan sebagai perhiasan dan hanya berfungsi sebagai "bungkus" untuk membawa emas ke luar negeri.
"Mereka mengakali dengan mengekspor dalam bentuk perhiasan. Kadang-kadang perhiasannya asal-asalan, yang penting emasnya bisa keluar. Satu kilogram emas tinggal dicap sedikit lalu disebut kalung," ujar Purbaya.
Purbaya menilai tren penyelundupan emas belakangan meningkat seiring pemberlakuan bea keluar emas. Kondisi tersebut menunjukkan adanya pihak-pihak yang berupaya menghindari kewajiban pembayaran pungutan negara.
Selain itu, pemerintah juga mencurigai sebagian emas yang diselundupkan berasal dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
"Ini indikasi yang cukup jelas bahwa kebijakan kita rupanya mengganggu aktivitas PETI. Karena itu muncul peningkatan upaya penyelundupan seperti yang kita lihat sekarang," katanya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563444/original/076459000_1776870755-rakha.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558718/original/041624500_1776476442-20260417IQ_Persebaya_Surabaya_vs_Madura_United-43.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563424/original/086346500_1776866033-SaveGram.App_672519274_18462910561104986_689588659840995763_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5588928/original/089544700_1778143903-1000412385.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399028/original/092705400_1761902993-mike.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5565481/original/085449300_1777026239-20260424BL_Latihan_Timnas_Indonesia_U-17_8.jpg)

