Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia memperkuat kemitraan strategis trilateral dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang untuk pengembangan teknologi nuklir di Tanah Air. Jepang dan AS memperkenalkan teknologi pengembangan nuklir salah satunya Reaktor Modular Kecil atau Small Modular Reactor (SMR).
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan infrastruktur, regulasi, dan sumber daya manusia (SDM) pengembangan nuklir di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama beroperasi secara komersial pada awal dekade 2030-an.
"Target RUPTL 2025-2034 adalah kapasitas awal sebesar 500 Megawatt. Ini akan disebarkan secara strategis mulai tahun 2032 di sistem kelistrikan Sumatera dan Kalimantan," kata Dadan dalam acara Pembukaan Workshop on Small Modular Reactor Deployment Considerations For Indonesia, di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Dadan menjelaskan bahwa teknologi SMR cocok untuk negara kepulauan seperti Indonesia karena fleksibilitasnya. Berbeda dengan reaktor skala besar konvensional, SMR dapat ditempatkan di daerah terpencil dan diintegrasikan ke dalam jaringan listrik regional yang lebih kecil, sehingga ideal untuk mendukung kawasan industri dan ekonomi biru.
"Sinergi trilateral ini memastikan bahwa Indonesia tidak hanya membangun tenaga nuklir, tetapi juga membangun tanggung jawab, mengikuti standar internasional tertinggi untuk keselamatan, keamanan, dan perlindungan," tambahnya.
Di samping itu, Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS, Peter Haymond, menyatakan bahwa kemitraan tersebut dibangun di atas sejarah panjang kolaborasi nuklir sipil. Ia menyoroti bahwa bulan lalu di Washington D.C., Indonesia dan AS telah menyepakati kerja sama penerapan SMR bersama Jepang sebagai langkah konkret mendukung keamanan energi.
"Amerika Serikat dan Indonesia adalah mitra alami dalam energi nuklir. Energi nuklir akan memainkan peran kunci dalam menggerakkan ekonomi masa depan Indonesia dengan aman dan bertanggung jawab, mulai dari pusat data, pemurnian mineral, hingga pemrosesan industri canggih," kata Peter dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu, Kuasa Usaha Kedubes Jepang Myochin menegaskan komitmen Jepang untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan teknis, termasuk pelajaran berharga dari insiden Fukushima, guna memastikan standar keselamatan tertinggi. Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk mencapai keseimbangan antara keamanan energi, dekarbonisasi, dan pertumbuhan ekonomi.
"Jepang dan Amerika Serikat adalah salah satu negara paling tepercaya dalam pengembangan SMR. Fakta bahwa kedua negara kami menjadi tuan rumah bersama lokakarya ini dengan Indonesia merupakan langkah penting dalam memperluas kerja sama trilateral ke tingkat yang baru," tandasnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)





