Rosan Blak-Blakan, Asing Minta Data Investor Saham di Bawah 5% Dibuka

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan harapan dari investor asing terhadap perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satunya adalah keterbukaan data investor.

Rosan mengatakan bahwa reformasi yang dilakukan regulator bursa sudah diapresiasi investor asing. Terutama terkait rencana perubahan aturan batas minimal saham publik alias free float di ubah menjadi 15% dari 7,5%.

"Mereka menginginkan bahwa kalau sekarang kan yang perlu dibuka (data) investornya, itu kalau di atas 5%, nah mereka bilang kalau bisa diturunkan tidak hanya dibatas 5%," kata Rosan, dalam diskusi di Main Hall BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Untuk diketahui, dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbukta dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka. Diatur bahwa setiap pihak yang memiliki saham dengan hak suara paling sedikit 5% juga wajib melaporkan kepemilikannya kepada OJK.

Rosan berkaca pada negara lain seperti India, membuka data investor di rentang batas 1%. Selain itu juga ada beberapa negara lain di rentang batas 2%.

"Nah mereka (Investor asing) ingin itu juga diturunkan karena mungkin selama ini yang kita lebih bicarakan floating-nya kan. Floating ke marketnya itu 15%," kata Rosan.

"Tapi faktor keterbukaan itu mereka ingin diturunkan ke level yang laing tidak sama dengan negara lain," lanjutnya.

Menurut Rosan, hal ini sudah dibicarakan dengan pemangku kepentingan di OJK dan Bursa Efek Indonesia, untuk menurunkan keterbukaan data investor pada rentang 1% - 2%. Dengan cara itu, menurutnya, tidak ada penciptaan harga yang semu.

"Dengan begitu kenapa? karena aksi untuk penciptaan harga yang semu akan menjadi sangat - sangat sulit. Karena investornya akan terbuka jadi mereka melakukan tindakan itu pasti akan terdeteksi," tutur Rosan.

Sehingga dengan begitu, menurut Menteri Investasi dan Kepala BKPM ini, investor semakin percaya dengan pasar modal di Indonesia. Selain itu menurut Rosan, upaya perbaikan yang sudah dilakukan oleh regulator pasar modal juga sudah direspons positif oleh investor asing.

"Jadi Insya Allah saya yakin hari Senin dan berikutnya pasar modal kita akan rebound dan akan berjalan dengan baik," kata Rosan.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |