Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
15 March 2026 15:30
Jakarta, CNBC Indonesia- Perang dan ketegangan geopolitik membuat Timur Tengah tetap menjadi salah satu pasar senjata terbesar di dunia.
Arus impor senjata sangat besar ke kawasan tersebut, dengan Amerika Serikat memegang peran dominan sebagai pemasok utama.
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mencatatkan, Timur Tengah menyerap sekitar 21% impor senjata global pada 2025. Angka ini menempatkan kawasan tersebut sebagai salah satu pusat perdagangan militer terbesar di dunia dalam satu dekade terakhir. Selama sepuluh tahun terakhir, porsi impor senjata Timur Tengah hampir selalu berada di atas seperlima total perdagangan global.
Lonjakan belanja militer ini berlangsung bersamaan dengan meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan. Konflik regional, rivalitas geopolitik, serta kebutuhan modernisasi militer membuat negara-negara Timur Tengah terus memperbarui arsenalnya.
SIPRI menunjukkan bahwa Amerika Serikat menjadi pemasok senjata terbesar ke Timur Tengah pada periode 2021-2025. Pangsa ekspor AS mencapai 54% dari seluruh impor senjata kawasan. Dominasi tersebut membuat Washington menjadi mitra militer utama bagi sejumlah negara penting di kawasan.
Beberapa negara yang mengandalkan pasokan senjata dari Amerika Serikat antara lain Arab Saudi, Israel, dan Qatar. Ketiganya merupakan pembeli besar dalam program modernisasi pertahanan yang berjalan selama bertahun-tahun.
Skala pembelian yang terjadi juga sangat besar. Melansir dari SIPRI, Uni Emirat Arab membeli lebih dari 13.000 rudal dari Amerika Serikat dalam sepuluh tahun terakhir. Sementara itu, Arab Saudi menerima 89 pesawat tempur, lebih dari 150 kendaraan lapis baja, serta sekitar 1.800 rudal dari Washington dalam periode yang sama.
Arus pengadaan senjata ini menunjukkan bagaimana hubungan militer antara Amerika Serikat dan negara-negara Teluk berkembang menjadi jaringan pertahanan yang erat. Kontrak pembelian senjata menjadi bagian penting dalam strategi keamanan kawasan yang menghadapi berbagai ancaman, mulai dari konflik regional hingga rivalitas dengan Iran.
Sementara sebagian besar negara Timur Tengah mengandalkan Barat, situasi Iran berbeda.
Melansir dari SIPRI, seluruh impor senjata Iran dalam satu dekade terakhir berasal dari Rusia. Sistem persenjataan yang dibeli mencakup rudal, pesawat militer, serta sistem pertahanan udara. Ketergantungan ini mencerminkan hubungan militer yang semakin erat antara Teheran dan Moskow, terutama setelah Iran menghadapi sanksi panjang dari negara-negara Barat.
Data tersebut menunjukkan bahwa jalur pasokan senjata Iran jauh lebih sempit dibanding negara lain di kawasan. Keterbatasan akses pasar membuat Rusia menjadi mitra utama dalam modernisasi militer Iran.
Hubungan militer kedua negara juga bergerak dua arah. Menurut data yang dihimpun SIPRI, sekitar 73% ekspor senjata Iran dalam beberapa tahun terakhir dikirim ke Rusia. Perdagangan ini memperlihatkan adanya integrasi militer yang semakin kuat di tengah tekanan geopolitik global.
Secara keseluruhan, peta impor senjata Timur Tengah memperlihatkan struktur yang sangat terpolarisasi. Negara-negara Teluk dan sekutu Barat mengandalkan Amerika Serikat serta negara Eropa sebagai pemasok utama. Di sisi lain, Iran bertumpu pada Rusia sebagai sumber utama teknologi militernya.
Konfigurasi ini membentuk dua blok pasokan senjata yang berbeda di kawasan. Perbedaan sumber persenjataan ikut memengaruhi keseimbangan militer regional, terutama dalam konteks konflik dan rivalitas yang terus berlangsung di Timur Tengah.
Dengan porsi impor mencapai lebih dari seperlima perdagangan global, Timur Tengah diperkirakan akan tetap menjadi pasar penting bagi industri senjata dunia. Selama ketegangan geopolitik belum mereda, aliran kontrak militer ke kawasan ini masih akan terus berjalan.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425451/original/060959200_1764227597-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Persija_vs_PSIM_Jogja__1_.png)
