Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meminta produsen pestisida menahan rencana kenaikan harga, meski industri mengeluhkan kelangkaan bahan baku akibat situasi geopolitik global. Ia menilai kenaikan harga pestisida berpotensi menambah beban biaya produksi petani.
"Tapi saya belum dengar laporannya, nanti saya panggil ya asosiasinya, terus kita cari kira-kira solusinya. Kalau bisa sih jangan naik harga lah ya, itu kan nambah biaya produksi gitu. Karena kalau sudah naik tuh susah turun," kata Sudaryono saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Sudaryono mengaku hingga saat ini belum menerima laporan resmi dari Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (APROPI), terkait kondisi kelangkaan bahan baku yang disebut-sebut dipicu perang di Timur Tengah.
"Saya belum dapat laporannya," ucap dia.
Meski demikian, ia memastikan Kementerian Pertanian (Kementan) akan segera memanggil Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (APROPI) untuk mendengar langsung persoalan yang terjadi di industri tersebut, dan mencari solusi bersama.
"Belum, saya belum dapet. Mungkin nanti asosiasi pestisida saya panggil saja dulu ya. Kan pasti kita selalu ingin dengar masalahnya apa, terus kita telaah solusinya, kan kita mesti cari solusinya kan? Apapun kan pestisida itu komponen penting bagi pertanian ya," katanya.
Ia juga berencana segera menghubungi asosiasi tersebut untuk meminta penjelasan mengenai kondisi industri pestisida saat ini.
"Kapan ya.. Kalau enggak nanti saya telepon dulu deh. Saya pengen denger dulu laporannya seperti apa. Belum, saya belum dapat laporannya," ujar Sudaryono.
Sebelumnya, produsen pestisida nasional memberi sinyal akan menaikkan harga produk di tengah lonjakan biaya produksi yang dipicu situasi geopolitik global. Kelangkaan bahan baku hingga kenaikan harga sejumlah komponen produksi membuat industri terpaksa melakukan penyesuaian harga jual.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (APROPI), Yanurius Nunuhitu mengatakan, kenaikan harga tidak dapat dihindari karena sebagian besar bahan baku industri pestisida bergantung pada impor dan sangat sensitif terhadap pergerakan harga minyak. Produsen bahkan telah membahas rencana kenaikan harga sekitar 20% hingga 30% dalam rapat asosiasi.
(dce)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)