Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten Happy Hapsoro PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) buka suara terkait pemberitaan yang mengaitkan BUVA dengan penetapan tersangka atas nama Edy Suwarno (ESO), Eveline Listijosuputro (EL) dan Direktur Utama PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) atas dugaan tindak pidana pasar modal.
"Perseroan menyayangkan ada pemberitaan yang beredar yang mengaitkan Perseroan dengan beberapa tersangka di atas," tulis manajemen melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/2/2026).
Perseroan menyampaikan klarifikasi bahwa seluruh pemberitaan yang mengaitkan Perseroan dengan penetapan tersangka tersebut adalah tidak benar, menyesatkan, dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
"Perseroan tidak memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan ESO, EL dan MPAM," tegas manajemen.
Sehubungan dengan hal tersebut, serta dalam rangka menjamin keterbukaan, keakuratan, dan kebenaran informasi bagi para pemegang saham, investor, dan masyarakat luas, Perseroan dengan ini menyampaikan beberapa informasi.
Pada bulan Juni tahun 2023, PT Nusantara Utama Investama menjadi pengendali baru atas Perseroan. Sejalan dengan perubahan pengendali tersebut, Perseroan juga telah melakukan perubahan dalam susunan Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Sejak terjadinya perubahan pemegang saham pengendali, Perseroan tidak memiliki hubungan dalam bentuk apapun dengan ESO, EL maupun MPAM," ungkap manajemen.
Dalam menjalankan operasional Perusahaan, Perseroan melalui jajaran manajemen senantiasa mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengedepankan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance).
Perseroan berkomitmen untuk selalu menyampaikan keterbukaan informasi secara akurat dan tepat waktu sebagai bentuk tanggung jawab kepada para pemegang saham, investor, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Perseroan akan terus melakukan penjajakan secara cermat dan terukur atas peluang investasi yang akan dilakukan untuk mendukung proyek-proyek strategis di masa depan, dengan tujuan untuk menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.
"Perseroan menghimbau kepada seluruh pihak untuk lebih cermat dan berhati-hati terhadap informasi yang beredar yang tidak akurat atau tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh Perseroan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia dan/atau melalui situs web resmi Perseroan," tutupnya.
Sebagai informasi, emiten yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juli 2010 ini memiliki jumlah saham beredar BUVA mencapai sekitar 24,62 miliar saham.
Berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 30 November 2025 yang diterbitkan oleh PT EDI Indonesia selaku Biro Administrasi Efek, Perseroan memiliki struktur permodalan dengan nilai nominal saham sebesar Rp50 per saham.
Dalam susunan pemegang saham, PT Nusantara Utama Investama tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebanyak 15.173.281.772 saham. Jumlah tersebut merepresentasikan 61,68% dari total saham yang ditempatkan dan disetor, dengan nilai nominal mencapai sekitar Rp758,66 miliar. Kepemilikan ini menunjukkan posisi dominan PT Nusantara Utama Investama dalam pengambilan keputusan strategis Perseroan.
Sementara itu, Hapsoro memiliki kepemilikan saham sebanyak 60.845.049 saham, atau setara dengan 0,25% dari total saham beredar, dengan nilai nominal sekitar Rp3,04 miliar. Porsi ini tergolong minoritas namun tetap tercatat secara resmi dalam struktur kepemilikan Perseroan.
Adapun porsi masyarakat mencakup kepemilikan saham sebanyak 9.382.927.821 saham, atau sekitar 38,07%, dengan nilai nominal mencapai Rp469,15 miliar.
(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)

