Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons kejadian longsor di tambang timah di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung (Babel). Longsor tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebutkan pemerintah sudah menerjunkan pejabat terkait ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi langsung terkait peristiwa kecelakaan tambang tersebut.
"Ya ini, ada Direktur Teknik dan lingkungan yang turun ke lapangan. Iya, ke Bangka Belitung," ujar Yuliot saat ditemui di Jakarta, dikutip Rabu (4/2/2026).
Mengenai detail penyebab maupun dampak spesifik dari longsoran tersebut, Yuliot mengaku belum bisa memberikan evaluasi menyeluruh saat ini. Pemerintah masih menunggu hasil observasi dan laporan lengkap dari tim yang sedang bekerja di lokasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
"Itu kan baru ini, belum terima laporan saya," tambahnya.
Lebih jauh, Yuliot menekankan pentingnya penerapan standar operasional untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan, termasuk dalam konteks pencegahan tambang ilegal yang rawan longsor. Menurutnya, kunci utama untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan kerusakan lingkungan adalah perbaikan serta kepatuhan terhadap aturan main industri pertambangan.
"Ini kuncinya tata kelola. Jadi untuk tata kelola pertambangan yang baik itu harus diimplementasikan," tandasnya.
Mengutip Detikcom, longsor terjadi di tambang timah di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel). Dari 7 pekerja yang tertimbun, 4 orang ditemukan tewas dan 3 lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Peristiwa itu terjadi pukul 17.00 WIB, tepatnya di kawasan Tambang Timah Pondi Pemali, Bangka. Pekerja tewas, Sanam (38), Abad (39) dan Anwar (32) warga Pandeglang, Banten. Satu jenazah identitasnya masih dalam identifikasi petugas.
"Tersisa 3 penambang yang belum ditemukan, korban keempat ditemukan pukul 20.48 WIB," kata Kepala Basarnas Babel Mikel Rachman Junika dilansir detikcom, Senin (2/2/2026) malam.
Junika menambahkan tim SAR gabungan terus melakukan pencarian ketiga korban akibat tanah longsor itu. Menurutnya, proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR terhambat medan cukup berbahaya.
"Lokasi tanah yang tidak stabil dan rawan longsor susulan menjadi tantangan utama kami dalam upaya pencarian pekerja yang masih tertimbun. Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan potensi SAR untuk memaksimalkan pencarian. Semoga operasi ini diberi kelancaran," terangnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)

