Tanpa Ilmuwan Iran Persia, Dunia Tak Akan Mengenal Aljabar dan Algoritma

5 hours ago 5

amalia Zahira,  CNBC Indonesia

15 March 2026 21:13

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejarah sains dunia tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para ilmuwan Persia, yang menjadi cikal bakal negara Iran. Dari wilayah yang kini menjadi Iran dan Asia Tengah, lahir para matematikawan dan astronom.

Pada masa keemasan peradaban Islam, karya-karya ilmuwan Persia membantu menjembatani pengetahuan Yunani, India, dan Timur Tengah, sekaligus melahirkan teori baru yang kelak mempengaruhi perkembangan sains modern.

Dari lahirnya konsep aljabar hingga pengembangan model pergerakan planet, karya-karya mereka terus menjadi fondasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan hingga hari ini. Berikut daftar ilmuwan Persia yang menjadi tokoh penting dalam sejarah sejarah matematika dan astronomi.

Al-Khwarizmi: Bapak Aljabar dan Algoritma

Al-Khwarizmi adalah seorang matematikawan dan astronom Muslim yang bekerja di Baghdad pada masa kekhalifahan Al-Ma'mun, khususnya di pusat keilmuan terkenal bernama House of Wisdom.

Di lembaga ini, para ilmuwan menerjemahkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dari berbagai peradaban, termasuk Yunani, Persia, dan India. Al-Khwarizmi dikenal sebagai penemu aljabar, sistem angka Hindu-Arab, serta metode perhitungan yang kemudian menjadi dasar matematika modern.

Karya paling terkenal Al-Khwarizmi adalah;

  1. Al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wal-muqabala: Buku yang menjelaskan metode sistematis untuk menyelesaikan persamaan linear dan kuadrat. Dari judul buku ini muncul istilah aljabar (algebra).

  2. Algoritmi de numero Indorum: Buku yang memperkenalkan sistem angka Hindu-Arab dan metode aritmetika ke dunia Barat.

  3. Kitab Surat al-Ard: Karya geografi yang memuat koordinat berbagai kota di dunia berdasarkan pengembangan dari karya geografi Ptolemy

Nama Al-Khwarizmi yang dilatinkan menjadi Algoritmi kemudian melahirkan istilah algorithm, konsep penting yang menjadi dasar berbagai metode perhitungan modern.

Salah satu kontribusi penting Al-Khawarizmi terjadi ketika ia ikut serta dalam proyek ilmiah yang didukung oleh Khalifah Al-Ma'mun untuk memetakan dunia dan mengukur ukuran Bumi. Ia membantu menyusun peta dunia serta menulis Kitab Surat al-Ard.

Pengaruh karya Al-Khawarizmi sangat besar dan bertahan hingga saat ini. Melalui terjemahan Latin pada abad ke-12, konsep aljabar dan sistem angka Hindu-Arab yang ia jelaskan menyebar ke Eropa dan menjadi fondasi perkembangan matematika modern.

Istilah "algebra" dan "algorithm" yang berasal dari karyanya masih digunakan secara luas hingga sekarang, bahkan menjadi dasar penting dalam ilmu komputer dan teknologi digital. Karena kontribusinya tersebut, Al-Khawarizmi sering dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah matematika dunia.

Omar Khayyam: Matematikawan, Astronom, dan Penyair Persia

Omar Khayyam merupakan salah satu intelektual besar Persia yang menguasai banyak bidang ilmu, termasuk matematika, astronomi, filsafat, dan sastra. Reputasinya sebagai ilmuwan berkembang terutama melalui kontribusinya di bidang matematika, khususnya aljabar.

Karya dan kontribusinya yang paling penting adalah;

  1. Risala fi'l-barahin 'ala masa'il al-jabr wa'l-muqabalah: Risalah tentang aljabar yang membahas secara sistematis cara menyelesaikan persamaan kubik dengan menggunakan perpotongan kurva kerucut.

  2. Jalali Calendar: Kalender yang dibuat pada masa Sultan Malik-Shah I dan bahkan lebih akurat daripada kalender Gregorian modern.

  3. Kritik terhadap teori geometri Euclid dan memperluas konsep bilangan dengan memasukkan rasio serta bilangan irasional.

  4. Rubaiyat of Omar Khayyam: Kumpulan puisi empat baris tentang kehidupan, kefanaan, dan pencarian makna hidup.

Sultan Malik-Shah pernah mengundang Khayyam ke Isfahan untuk memimpin observasi astronomi yang diperlukan dalam reformasi kalender, cikal bakal lahirnya kalender Jalali. Setelah wafatnya Malik-Shah pada 1092, situasi politik berubah dan Khayyam meninggalkan Isfahan. Ia kemudian melakukan perjalanan, termasuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah, sebelum kembali ke Nishapur untuk mengajar dan melanjutkan kegiatan ilmiahnya.

Meski terkenal di dunia Islam sebagai ilmuwan besar, Khayyam justru dikenal luas di Barat melalui Rubaiyat of Omar Khayyam, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Edward FitzGerald pada tahun 1859.

Hingga kini, karya Khayyam tetap berpengaruh baik dalam sastra maupun sejarah sains. Karyanya terus dibaca dan diterjemahkan di berbagai bahasa di dunia.

Nasir al-Din al-Tusi: Filsuf dan Astronom Besar Persia

Nasir al-Din al-Tusi dikenal sebagai salah satu ilmuwan filsafat, matematika, astronomi, dan teologi. Ia hidup pada masa gejolak besar akibat ekspansi Mongol di wilayah dunia Islam, namun tetap berhasil berkembang menjadi seorang polymath yang produktif.

Sepanjang hidupnya, Al-Tusi menulis sekitar 150 karya dalam bahasa Arab dan Persia. Karya dan kontribusinya yang paling terkenal adalah;

  1. Akhlaq-i Nasiri: Risalah etika yang ditulis pada 1232.

  2. Menyusun tabel astronomi penting berjudul Zij-i Ilkhani, yang dihasilkan dari penelitian astronomi di observatorium Maragheh.

  3. Tadhkirah fi 'ilm al-hay'a: Karya yang menjelaskan model geometri baru dalam astronomi yang kemudian dikenal sebagai konsep Tusi couple.

Al-Tusi pernah bekerja sebagai penasihat ilmiah bagi pemerintahan Mongol setelah jatuhnya benteng Ismailiyah di Alamut kepada pasukan Mongol yang dipimpin oleh Hulegu Khan pada 1256. Ia mendirikan sebuah observatorium besar di Maragheh pada 1259 sebagai pusat penelitian astronomi yang mempertemukan ilmuwan dari berbagai wilayah, termasuk dunia Islam dan Tiongkok.

Warisan ilmiah Al-Tusi memiliki pengaruh besar dalam sejarah sains. Tusi couple kemudian mempengaruhi perkembangan astronomi di Eropa. Banyak sejarawan sains percaya bahwa gagasan yang berkembang di observatorium Maragheh turut memberi inspirasi bagi teori astronomi Nicolaus Copernicus beberapa abad kemudian.

Melalui karya-karyanya dalam matematika, astronomi, filsafat, dan teologi, Al-Tusi dikenang sebagai salah satu ilmuwan besar dalam tradisi intelektual dunia Islam.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |