Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini bisa membantu penyandang tunanetra mendapatkan gambaran visual tentang lingkungan di sekitarnya. Salah satunya dirasakan Karen Morad, seorang siswi sekolah asal Kairo, Mesir, yang kehilangan penglihatannya lima tahun lalu.
Saat berlibur ke Kenya pada Juni 2026, Karen seolah bisa 'melihat' kembali suasana safari. Pengalaman itu terjadi berkat aplikasi bernama ScribeMe yang dikembangkan oleh kakaknya, Mark Morad, dan terintegrasi dengan kacamata pintar Meta.
Aplikasi tersebut memberikan deskripsi audiovisual secara real time mengenai kondisi di sekitar Karen. ScribeMe dapat menjelaskan jenis hewan yang berada di dekatnya, jarak hewan, hingga aktivitas yang sedang dilakukan.
"Saya selalu berpikir ini tidak mungkin terjadi, tetapi ternyata terjadi dan saya benar-benar bisa melihat," kata Karen, dikutip dari Reuters, Rabu (19/8/2026).
ScribeMe dirancang khusus untuk membantu orang yang sepenuhnya tunanetra. Aplikasi tersebut kini telah digunakan oleh ribuan orang di 140 negara.
Teknologi ini dapat diunduh dan digunakan melalui iPhone maupun ponsel Android. ScribeMe juga sudah terintegrasi dengan kacamata pintar Meta sehingga pengguna tunanetra dapat memperoleh informasi visual tanpa harus memegang ponsel.
Berawal dari Kehilangan Penglihatan
Mark mulai mengalami gangguan penglihatan pada 2018. Setelah menjalani pemeriksaan di Mesir dan luar negeri, dokter tidak menemukan penyebab yang pasti. Namun, Mark mendapat peringatan bahwa ia pada akhirnya akan kehilangan penglihatannya akibat kondisi langka pada saraf optik yang tidak dapat disembuhkan.
Pada akhir 2021, kedua kakak beradik itu sama-sama kehilangan penglihatan. Karen mengalami penurunan penglihatan dalam waktu sekitar enam bulan, sedangkan Mark kehilangan penglihatannya secara bertahap selama hampir tiga tahun.
Kondisi tersebut juga membuat pendidikan menjadi tantangan besar bagi Mark. Ia kesulitan mempelajari fisika dan kimia karena aplikasi pembaca layar yang digunakannya tidak mampu menjelaskan grafik, diagram, dan persamaan.
Mark kemudian menghubungi sejumlah pengembang aplikasi di luar negeri yang mengembangkan teknologi serupa. Namun, tidak ada yang merespons.
Ia akhirnya belajar membuat aplikasi sendiri melalui berbagai tutorial di YouTube. Pada 2023, Mark sudah berhasil mengembangkan versi awal aplikasi yang kemudian menjadi ScribeMe.
Pengakuan dalam sejumlah kompetisi teknologi, termasuk Vodafone AI Assistive Tools Hackathon pada 2024, membantu Mark mengembangkan aplikasi tersebut lebih jauh. Dari awalnya hanya digunakan untuk memindai dokumen, ScribeMe berkembang menjadi asisten visual berbasis AI.
ScribeMe kini dapat menggunakan kamera ponsel untuk memahami kondisi di sekitar pengguna dan menjawab pertanyaan secara real time.
Aplikasi tersebut mendukung 20 bahasa, termasuk bahasa Arab. Menurut Mark, dukungan bahasa Arab menjadi salah satu fitur yang tidak ia temukan pada sejumlah aplikasi sejenis.
Integrasi dengan kacamata pintar Meta juga membuat pengguna dapat menggunakan teknologi tersebut tanpa harus memegang ponsel. Dengan begitu, tangan pengguna tetap bebas untuk memegang tongkat saat berjalan.
ScribeMe tersedia secara gratis dengan sejumlah fitur tambahan yang dapat diakses melalui layanan berlangganan. Biayanya US$20 per bulan atau US$200 per tahun.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563444/original/076459000_1776870755-rakha.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558718/original/041624500_1776476442-20260417IQ_Persebaya_Surabaya_vs_Madura_United-43.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5588928/original/089544700_1778143903-1000412385.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563424/original/086346500_1776866033-SaveGram.App_672519274_18462910561104986_689588659840995763_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399028/original/092705400_1761902993-mike.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5565481/original/085449300_1777026239-20260424BL_Latihan_Timnas_Indonesia_U-17_8.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669124/original/011292600_1778417837-Nonton_bersama_Persija_vs_Persib_di_Se_Indonesia_sambil_menikmati_se_i_sapi.jpeg)

