Tetangga RI Setop Ekspor Minyak, Jaga Pasokan Dalam Negeri

6 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Thailand memutuskan untuk menangguhkan sementara ekspor minyak mentah dan produk minyak bumi guna menjaga cadangan minyak negara di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Mengutip SP Global, Sabtu (14/3/2026), Menteri Energi Thailand Auttapol Rerkpiboon memerintahkan penangguhan ekspor tersebut sebagai langkah antisipatif untuk melindungi cadangan minyak nasional, terutama setelah lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz dihentikan di tengah krisis yang sedang berlangsung.

Selain itu, ia juga memerintahkan dimulainya Pusat Pemantauan Situasi Darurat Energi untuk memantau situasi secara cermat. Melalui pusat tersebut, seluruh lembaga terkait diminta untuk melakukan penilaian terhadap dampak pasar energi.

Kemudian tingkat cadangan, dinamika harga minyak, sekaligus menyiapkan berbagai rencana darurat baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Pemerintah Thailand juga membuka kemungkinan penggunaan dana pemerintah guna meredam dampak lonjakan harga energi terhadap biaya hidup masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Energi Thailand per 1 Maret, cadangan minyak nasional yang tersimpan di dalam negeri mencapai 4,877 juta liter, yang setara dengan sekitar 38 hari konsumsi domestik.

Selain cadangan di dalam negeri, Thailand juga memiliki stok minyak transit sebesar 2,783 juta liter. Dari jumlah tersebut, 1,666 juta liter telah melewati Selat Hormuz dan 1,117 juta liter sedang dikirim dari sumber lain.

Secara keseluruhan, stok transit ini menyediakan pasokan untuk sekitar 22 hari. Gabungan volume ini dapat memenuhi kebutuhan domestik selama sekitar 60 hari, kata Kementerian Energi Thailand.

Adapun, tingkat stok saat ini memenuhi ketentuan regulasi, dan gejolak di Timur Tengah belum memengaruhi harga atau pasokan lokal.

Untuk semakin memperkuat ketahanan energi, Kementerian Energi Thailand juga telah menginstruksikan Departemen Bahan Bakar Mineral untuk menyusun rencana peningkatan produksi gas alam dari Teluk Thailand, termasuk dengan menunda jadwal pemeliharaan terjadwal.

Pembangkit listrik tenaga batu bara dan tenaga air telah diinstruksikan untuk beroperasi dengan kapasitas penuh sebagai tindakan pencegahan.

Berdasarkan data dari S&P Global Commodities at Sea, Thailand mengimpor 491.500 barel per hari minyak mentah dan kondensat dari Timur Tengah pada tahun 2025, naik dari 428.200 barel per hari pada tahun 2024. Hingga 2 Maret, kawasan tersebut menyumbang lebih dari 51% impor minyak mentah dan kondensat Thailand pada tahun 2026.

(ven/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |