Update Gempa NTT: 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mencapai 87 jiwa.

Data terbaru per Sabtu (22/8/2026) menunjukkan adanya peningkatan jumlah korban jiwa serta total pengungsi yang telah melampaui angka 150 ribu orang di berbagai kabupaten di NTT.

Wapres Gibran meninjau  RSUD TC Hillers di NTT. (Foto Setwapres RI)Wapres Gibran meninjau RSUD TC Hillers di NTT. (Foto Setwapres RI) Foto: Wapres Gibran meninjau RSUD TC Hillers di NTT. (Foto Setwapres RI)

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan merinci sebaran korban jiwa di tujuh wilayah kabupaten. Ia menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para penyintas di tengah aktivitas gempa susulan yang masih terus terjadi.

"Pada hari ini secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa dengan rincian: Manggarai 31 jiwa, Manggarai Timur 30 jiwa, Sikka 9 jiwa, Ende 2 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, Nagekeo 13 jiwa, Ngada 4 jiwa," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan daring, Sabtu (22/8/2026).

Selain korban jiwa, BNPB mencatat sebanyak 1.298 warga mengalami luka-luka, yang mana 336 orang di antaranya menderita luka berat.

Selain itu, gempa susulan yang terus terjadi menyebabkan jumlah pengungsi meningkat signifikan dari sekitar 130 ribu menjadi 150.576 orang.

Gempa susulan tercatat telah terjadi sebanyak 5.012 kali sejak gempa utama melanda wilayah tersebut.

"Saat ini karena banyaknya gempa susulan, pengungsi juga bertambah dari angka yang kemarin 130-an ribu sekarang sudah mencapai 150.576 jiwa," imbuhnya.

Pemerintah terus menyalurkan distribusi logistik yang hingga saat ini telah mencapai 954 ton melalui 68 sorti penerbangan. Fokus penyaluran diarahkan ke Bandara Labuan Bajo dan Maumere, untuk kemudian diteruskan ke posko-posko kabupaten serta pengiriman langsung via helikopter ke wilayah terpencil seperti Pulau Palu'e.

"Distribusi bantuan logistik telah mencapai hari ini 147 ton yang dilaksanakan melalui 10 sorti penerbangan. Distribusi tersebut terdiri atas 70 ton dalam 5 sorti menuju Labuan Bajo, 77 ton dalam 5 sorti menuju Maumere," paparnya.

Untuk penanganan medis, kapal bantuan rumah sakit KRI Dr. Soeharso 990 milik TNI Angkatan Laut telah bersandar di Pelabuhan Reo untuk mendukung penanganan pasien luka berat yang membutuhkan operasi.

Selain itu, pemerintah mulai memetakan skema bantuan dana stimulan bagi rumah warga yang mengalami kerusakan sesuai tingkat kerusakan fisik.

"Adapun bantuan rumah rusak rumah sedang dan rusak berat ini dibagi atas dua skema. Rusak sedang ini dan rusak ringan ini akan diberikan dana stimulan untuk rusak sedang Rp 30 juta sedangkan untuk rusak ringan Rp 15 juta," tambah Berton.

Langkah verifikasi data kerusakan bangunan akan dilakukan dalam dua hingga tiga minggu ke depan setelah tahap tanggap darurat selesai. BNPB memastikan seluruh personel dan relawan tetap bersiaga di lapangan untuk menjamin kelancaran pelayanan kesehatan dan sanitasi bagi seluruh pengungsi NTT.

"Kami memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana menjadi prioritas," tandasnya.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |