Xi Jinping Sudah Mau Menyerah, Amerika Siap-siap Serbu China

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China mulai menunjukkan perubahan sikap dalam perang teknologi dengan Amerika Serikat (AS). Beijing kini dilaporkan mulai "legowo" membuka pintu bagi "serbuan" prosesor Nvidia H200 dari AS. Padahal, sebelumnya otoritas bea cukai China secara tegas melarang peredaran chip H200.

Tarik-ulur antara pemerintahan AS dan China memang sudah berlangsung lama, sejak era pemerintahan Joe Biden. AS berkali-kali melancarkan kebijakan pembatasan ekspor chip AI dan alat pembuat chip canggih dari negaranya dan sekutu ke China. Tekanan tersebut sempat dibalas Beijing dengan mendorong perusahaan teknologi domestik menghentikan penggunaan chip AS dan beralih ke produk lokal.

Kabar terbaru, DeepSeek, startup terkenal asal China, dilaporkan telah memperoleh persetujuan dari otoritas setempat untuk membeli chip Nvidia H200, meski dengan sejumlah persyaratan regulasi yang masih dalam tahap finalisasi.

Selain DeepSeek, raksasa teknologi China seperti ByteDance, Alibaba, dan Tencent juga dikabarkan telah mengantongi izin untuk membeli lebih dari 400.000 unit chip H200 secara total. Persetujuan tersebut diberikan oleh kementerian terkait di China, dengan ketentuan tambahan yang sedang dirumuskan oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC).

Namun, Nvidia mengaku belum menerima pemberitahuan resmi terkait persetujuan tersebut. CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan bahwa pihaknya meyakini proses perizinan di China masih berlangsung. Hingga kini, Nvidia maupun DeepSeek belum memberikan komentar resmi, demikian dikutip dari Reuters, Minggu (1/2/2026).

Chip H200 sendiri merupakan chip AI terkuat kedua Nvidia dan telah menjadi isu sensitif dalam hubungan Amerika Serikat dan China. Meski pemerintah AS telah memberikan lampu hijau bagi Nvidia untuk mengekspor chip tersebut ke China, keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas Beijing, yang selama ini dinilai berhati-hati dalam mengizinkan impor teknologi strategis.

Potensi pembelian chip ini juga menarik perhatian Washington. Seorang anggota parlemen senior AS menuding Nvidia membantu DeepSeek dalam mengembangkan model AI yang disebut-sebut kemudian dimanfaatkan oleh militer China. Tuduhan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Menteri Perdagangan AS.

Di sisi lain, DeepSeek tengah bersiap meluncurkan model AI generasi terbaru, V4, yang diklaim memiliki kemampuan pemrograman tingkat lanjut. Peluncuran ini diperkirakan berlangsung pada pertengahan Februari dan berpotensi semakin memperketat persaingan global di industri kecerdasan buatan.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |