Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina menginginkan pendanaan dan teknologi sebagai imbalan atas bantuan yang diberikan kepada sejumlah negara Timur Tengah dalam menghadapi serangan drone kamikaze buatan Iran.
Melansir Reuters, hal ini disampaikan setelah Kyiv mengirim tim ahli untuk membantu negara-negara tersebut memperkuat sistem pertahanan terhadap ancaman drone.
Zelenskyy mengatakan tiga tim ahli Ukraina telah dikirim ke kawasan Timur Tengah untuk melakukan penilaian teknis serta menunjukkan cara kerja sistem pertahanan drone. Awal pekan ini ia menyebut tim tersebut dikirim ke Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, serta ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.
Ia menegaskan langkah tersebut tidak berarti Ukraina ikut terlibat dalam operasi militer di kawasan tersebut. Zelenskyy menegaskan negaranya tidak sedang berperang dengan Iran meskipun memberikan bantuan teknis terkait pertahanan drone.
Zelenskyy menambahkan kerja sama jangka panjang terkait teknologi drone masih dapat dinegosiasikan dengan negara-negara Teluk. Namun bentuk kompensasi yang akan diterima Ukraina sebagai imbalan bantuan tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut.
Menurutnya, bagi Ukraina saat ini teknologi dan dukungan pendanaan sama-sama penting. Negara-negara Teluk diketahui telah menghabiskan banyak rudal pertahanan udara untuk menghadapi serangan drone Shahed milik Iran.
Foto: Presiden AS Donald Trump menerima kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Jumat (17/10/2025) waktu setempat. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Presiden AS Donald Trump menerima kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Jumat (17/10/2025) waktu setempat. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Sementara itu Ukraina setiap malam menghadapi serangan drone Rusia dengan berbagai sistem pertahanan. Kyiv menggunakan kombinasi persenjataan mulai dari drone kecil yang lebih murah hingga perangkat pengacau sinyal untuk menjatuhkan drone musuh.
Zelenskyy juga menyebut sejumlah negara telah meminta bantuan Ukraina dalam menghadapi serangan drone tersebut. Permintaan itu datang dari Amerika Serikat serta sejumlah negara di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Namun Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington tidak membutuhkan bantuan Ukraina untuk menghadapi serangan drone. Zelenskyy mengaku tidak mengetahui alasan pemerintah AS belum menandatangani kesepakatan besar terkait teknologi drone yang telah didorong Kyiv selama berbulan-bulan.
Ia mengatakan sebelumnya ingin menandatangani kesepakatan bernilai sekitar US$35 miliar hingga US$50 miliar. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah kesepakatan tersebut akan terealisasi.
Zelenskyy juga mengkritik beberapa perusahaan Ukraina serta pemerintah asing yang disebut mencoba membuat kesepakatan peralatan anti-drone tanpa persetujuan pemerintah Kyiv. Ia menilai langkah tersebut dapat merugikan kepentingan nasional Ukraina.
Di sisi lain, Zelenskyy mengungkapkan kekhawatiran konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat memengaruhi pasokan rudal pertahanan udara bagi Ukraina. Ia berharap Amerika Serikat tidak mengalihkan fokus dari dukungan terhadap Ukraina akibat situasi di kawasan tersebut.
Putaran terbaru perundingan damai antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Uni Emirat Arab juga harus ditunda. Penundaan terjadi setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran memicu perang di kawasan dua minggu lalu.
Zelenskyy mengatakan Washington telah mengusulkan agar pembicaraan berikutnya digelar di Amerika Serikat pekan depan. Namun pihak Rusia disebut tidak bersedia melakukan pertemuan di negara tersebut.
Ia menyatakan pertemuan hanya dapat berlangsung jika lokasi diubah atau Rusia bersedia mengonfirmasi kehadiran dalam pertemuan di Amerika Serikat. Menurut Zelenskyy, kepastian lokasi perundingan masih menjadi pembahasan antara para pihak terkait.
Di medan perang, Zelenskyy menyatakan militer Ukraina menilai rencana ofensif musim semi Rusia kemungkinan besar telah gagal. Menurutnya Rusia sebelumnya menargetkan serangan besar itu sudah berjalan penuh pada periode ini.
(wur/wur)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425451/original/060959200_1764227597-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Persija_vs_PSIM_Jogja__1_.png)
