Jakarta, CNBC Indonesia - Ketidakpastian ekonomi global hingga tensi perang dagang dinilai belum akan mengganggu kinerja ekspor produk perikanan Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, optimistis permintaan pasar dunia terhadap produk perikanan Indonesia akan tetap kuat, karena termasuk kebutuhan pangan yang tidak bisa ditinggalkan.
"Saya, sebenarnya tren global dalam situasi apapun itu, kalau yang namanya protein, makanan, saya nggak khawatir tuh. Karena semua kan pasti butuh ya, pasti butuh makan itu. Jadi cenderung menurut saya untuk produk perikanan tidak akan lesu lah. Saya meyakini seperti itu," kata Trenggono dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia, Kamis (25/6/2026).
Optimisme tersebut muncul setelah nilai ekspor perikanan Indonesia mencatatkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Namun demikian, Trenggono mengakui daya saing Indonesia masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan negara-negara eksportir utama di kawasan.
"Jadi sebetulnya kalau pencapaian kita dalam lima tahun terakhir lah katakan misalnya, kita trennya terus naik, ekspor kita gitu. Tapi sebetulnya kalau kita bandingkan dengan negara-negara seperti kayak China, Vietnam, yang sama dengan kita Vietnam lah katakan ya. Apalagi kalau misalnya kayak Jepang ya, udahlah kita kalah di situ," ujarnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. (CNBC Indonesia TV) Foto: (CNBC Indonesia TV)
"Namun di ASEAN mungkin kita lumayan bagus ya. Nah harapannya, kita harus bisa jauh lebih tinggi. Tapi untuk mencapai yang lebih tinggi itu kan harus diperkuat juga dengan sumber daya yang adanya tuh harus memadai, harus bisa diterima oleh pasar kan gitu ya," lanjut dia.
Ia mengungkapkan, saat ini ekspor hasil perikanan Indonesia masih terkonsentrasi ke sejumlah negara tujuan utama, terutama Amerika Serikat dan China. Sementara penetrasi ke pasar Eropa maupun kawasan ASEAN masih relatif terbatas.
Karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai pembenahan di sektor kelautan dan perikanan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Menurut Trenggono, industri perikanan harus mampu memenuhi tiga kebutuhan utama pasar internasional, yakni kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu pengiriman.
"Nah tapi kita meyakini ke depan sebetulnya, karena kita sudah tahu persis di mana sebetulnya letak kelemahan kita yang harus kita improve. Nah itulah salah satunya kemudian kita ngebangun beberapa pekerjaan besar yang ditugaskan oleh Bapak Presiden, karena Bapak Presiden ini inginnya adalah sesuatu yang sekaligus dalam skala-skala yang besar," ucap Trenggono.
"Karena industri kan butuhnya tiga hal. Kuantitas harus terjaga, kualitasnya juga harus standar sama gitu, lalu delivery time," pungkasnya.
(wur)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518107/original/009843500_1772463822-Persebaya_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522153/original/020711000_1772719961-Belum_waktunya_menyerah__penggawa______________DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlory__1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496722/original/026716900_1770597145-5.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249375/original/065795600_1749635323-viet_3.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174269/original/058441100_1742913019-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-15.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5519387/original/022712600_1772553400-20260303IQ_Persija_Jakarta_vs_Borneo_Fc-7.jpg)

