Jakarta, CNBC Indonesia - Winamp dikabarkan bakal kembali lagi pada 2027 mendatang. Platform pemutar musik desktop yang sangat populer pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an ini akan menggunakan model serupa seperti aplikasi streaming zaman sekarang, seperti Spotify.
Winamp mengumumkan akan mengenakan biaya berlangganan saat kembali hadir pada paruh pertama tahun depan. Layanan streaming ini nantinya akan disediakan oleh Deezer dan terintegrasi di dalam aplikasi Winamp Player versi terbaru, dikutip dari Mashable, Senin (21/9/2026).
Meski begitu, Winamp tidak akan sepenuhnya bertransformasi menjadi aplikasi streaming. Platform legendaris ini tetap akan mempertahankan cita rasa lamanya.
Dalam siaran persnya, pihak perusahaan menjelaskan bahwa layanan streaming premium tersebut akan digabungkan dengan fitur-fitur khas lainnya. Mulai dari perpustakaan musik lokal milik pengguna, stasiun radio internet, podcast, koleksi berbasis cloud pribadi, hingga berbagai sumber audio lainnya.
Kendati demikian, Winamp belum membeberkan detail produknya secara mendalam. Pihak platform berjanji akan mengungkapkannya secara lengkap menjelang peluncuran nanti.
Winamp juga menjanjikan pengalaman yang berbeda bagi para penggunanya dibandingkan dengan platform streaming digital yang ada saat ini. Hal tersebut dilakukan dengan menata ulang pengalaman mendengarkan musik sekaligus model berlangganannya.
Sebenarnya, rencana kebangkitan Winamp, yang pertama kali diluncurkan pada 1997, sudah pernah terdengar pada 2018 lalu. Rencananya pun hampir serupa dengan versi yang akan dirilis tahun depan, di mana pengguna dapat mendengarkan berbagai konten secara streaming.
CEO Radionomy, Alexander Saboundjian, kala itu menjanjikan bahwa pengguna tidak hanya bisa mendengarkan musik berformat MP3 saja, tetapi juga konten dari cloud, podcast, stasiun radio streaming, serta daftar putar (playlist) yang telah dibuat sebelumnya.
Pembaruan tersebut bertujuan untuk mengatasi kerumitan saat pengguna ingin mendengarkan jenis konten yang berbeda-beda. Selama ini, pengguna harus berpindah-pindah aplikasi ketika ingin menikmati layanan yang tidak sama.
"Yang saya lihat adalah Anda harus berpindah dari satu pemutar atau agregator ke pemutar lain jika ingin mendengarkan stasiun radio, atau beralih ke pemutar podcast jika ingin mendengarkan podcast. Menurut saya, ini bukan pengalaman yang ideal," jelasnya saat itu.
Sebagai informasi, Radionomy-perusahaan radio talenta online asal Belgia-mengakuisisi Winamp dari AOL pada 2014. Sayangnya, sejak saat itu aplikasi tersebut sempat seperti ditinggalkan dan kurang mendapatkan perhatian.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340905/original/042907900_1788529611-IMG_6511.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340290/original/025401600_1788499994-Raihan1.jpg)