Jakarta,CNBC Indonesia - Inflasi Indonesia diperkirakan melandai pada Januari 2026 seiring melandainya sejumlah harga bahan pangan. Namun, secara tahunan, inflasi diperkirakan melonjak.
Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi Januari 2026 pada Senin (2/1/2026). Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 11 institusi memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) akan naik atau mengalami inflasi 0,06% secara bulanan (month-to-month/mtm) di Januari 2026. Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi diperkirakan akan mencapai 3,74%. Inflasi inti diperkirakan stagnan di 2,4%. Sebagai catatan, pada Desember 2025 terjadi inflasi 0,64% (mtm) dan 2,92 (YoY) sementara inflasi inti 2,38%
Dalam catatan BPS, inflasi bulanan pada Januari dalam lima tahun terakhir menyentuh 0,098%. Jika inflasi Januari 2026 hanya 0,06% maka ini menjadi kabar baik mengingat Januari juga identik dengan inflasi tinggi. Hujan dan banjir kerap membuat harga pangan melonjak sehingga inflasi pun meningkat.
Kepala ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan inflasi (mtm) akan melandai ditopang turunnya sejumlah harga pangan.
"(Melandainya inflasi) mencerminkan normalisasi harga pangan dan terkait perjalanan setelah puncak akhir tahun," ujar Andry, kepada CNBC Indonesia.
Dia menambahkan harga bergejolak (volatile prices) diperkirakan berbalik menjadi deflasi, terutama didorong koreksi tajam harga cabai rawit dan harga bawang merah. Komoditas pangan lainnya diperkirakan hanya mencatat inflasi ringan, menandakan normalisasi pasca akhir tahun seperti beras.
Merujuk data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), rata-rata harga beras naik 0,13% pada Januari 2026 ke Rp 15.754/kg. rata-rata harga minyak goreng meningkat 0,29% ke Rp 21.172/kg.
Rata-rata harga daging ayam turun 1,35% ke Rp 40.681 sementara harga telur ayam anjlok 2% ke Rp 32.081/kg. Rata-rata harga cabai rawit merah jatuh 21,3% e Rp 58.213/kg dan harga bawang turun 9,5% ke Rp 46.518/kg.
Di kelompok harga diatur pemerintah, penurunan harga BBM ikut menekan inflasi pada Januari.
Sebagai catatan, sejumlah badan usaha penyedia bahan bakar minyak (BBM) seperti PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR hingga PT Vivo Energy Indonesia kompak menurunkan harga produk BBM nonsubsidi pada 1 Januari 2026.
Kemudian, harga Pertamax Green 95 juga turun menjadi Rp 13.150 per liter dari sebelumnya Desember 2025 Rp 13.500 per liter. Adapun harga BBM Dexlite menjadi Rp 13.500 per liter dari sebelumnya Rp 14.700 per liter. Secara tahunan, inflasi diperkirakan meningkat dari 2,92% pada Desember 2025 menjadi 3,74% pada Januari 2026.
Untuk harga BBM Pertamax dari Pertamina di DKI Jakarta turun menjadi Rp 12.350 per liter dari sebelumnya Desember 2025 Rp 12.750 per liter. Harga BBM Pertamax Turbo juga turun menjadi Rp 13.400 per liter dari sebelumnya di Desember 2025 yang mencapai Rp 13.750 per liter.
Ekonom Bank Danamon, Hosianna Situmorang, menjelaskan inflasi Januari (YoY) akan dipicu oleh low base effect akibat diskon listrik pada periode yang sama tahun lalu, serta kontribusi dari kenaikan harga emas dan volatilitas harga pangan yang terdampak gangguan cuaca (tropical cyclone).
"Dengan tekanan inflasi inti yang masih moderat, kenaikan inflasi diperkirakan bersifat sementara dan belum mencerminkan penguatan permintaan domestik yang berlebihan," tutur Hosianna.
BPS juga akan mengumumkan data neraca dagang Desember 2025 serta sepanjang 2025. Poling CNBC memperkirakan surplus pada Desember 2025 akan mencapai US$ 5,05 miliar, lebih tinggi dibandingkan pada November 2025 yakni US$ 2,66 miliar.
Surplus ini memperpanjang tren positifnya selama 67 bulan beruntun. Surplus beruntun ini menjadi kabar baik di tengah ketidakpastian ekonomi global dan melemahnya perdagangan dunia.
(mae/mae)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372801/original/040806000_1759769523-1000224866.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362119/original/035085500_1758837955-Calvin-Verdonk-Europa-League.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376586/original/086524400_1760009433-WhatsApp_Image_2025-10-09_at_15.16.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5338912/original/039061000_1756988370-2N3A9178.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5379723/original/026526700_1760356768-1000294045.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)
