Buka Usaha di Desa atau Kota, Mana Lebih Untung untuk Berbisnis?

3 hours ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Memulai usaha tidak hanya soal modal dan ide bisnis, tetapi juga soal lokasi. Banyak pelaku usaha pemula bingung menentukan apakah lebih baik membuka usaha di desa atau di kota.

Keduanya sama-sama memiliki peluang, tetapi karakteristiknya sangat berbeda. Di satu sisi, kota menawarkan pasar besar dan daya beli tinggi.

Di sisi lain, desa menawarkan biaya operasional rendah dan tingkat persaingan yang lebih longgar.

Di era digital saat ini, batas antara desa dan kota pun semakin tipis karena internet memungkinkan produk dari desa menjangkau pasar nasional bahkan global. 

Berikut perbedaan peluang usaha di desa dan di kota berdasarkan berbagai aspek penting, mulai dari modal, pasar, persaingan, digitalisasi, hingga potensi keuntungan jangka panjang.

Mengapa Lokasi Sangat Menentukan Kesuksesan Bisnis?

Menurut laporan OECD - SME and Entrepreneurship Outlook, lingkungan bisnis di wilayah dengan kepadatan usaha tinggi (urban/kota) cenderung mendorong pertumbuhan cepat dan inovasi, tetapi juga meningkatkan tekanan kompetisi dan risiko kegagalan.

Sebaliknya, wilayah dengan kepadatan bisnis rendah (rural/desa) umumnya memiliki tingkat persaingan lebih ringan sehingga memberikan stabilitas usaha lebih baik dalam jangka panjang.

Artinya, tidak ada jawaban mutlak mana yang lebih baik. Semuanya tergantung pada strategi dan kesiapan pelaku usaha.

Lokasi usaha memengaruhi:

  • Struktur biaya operasional

  • Target pasar dan daya beli konsumen

  • Tingkat kompetisi

  • Akses distribusi dan logistik

  • Ketersediaan tenaga kerja

  • Potensi ekspansi

1. Perbedaan Biaya Modal dan Operasional


A. Usaha di Desa: Modal Lebih Ringan dan Risiko Lebih Terkendali

Salah satu alasan utama banyak orang mempertimbangkan usaha di desa adalah biaya yang relatif lebih rendah. Beberapa faktor pendukung:

  • Harga sewa tempat jauh lebih murah

  • Bisa menggunakan rumah sendiri

  • Upah tenaga kerja lebih rendah dibanding kota

  • Biaya hidup dan operasional lebih hemat

  • Pajak dan biaya tambahan cenderung ringan

Menurut International Labour Organization (ILO), usaha kecil di wilayah pedesaan sering kali memiliki struktur biaya yang lebih fleksibel dan rendah, sehingga lebih mampu bertahan dalam fase awal bisnis.

Dengan biaya operasional yang rendah, margin keuntungan bersih bisa lebih stabil meskipun omzet tidak sebesar di kota.

Contoh Usaha Desa Modal Terjangkau

  • Warung sembako

  • Agen LPG dan air minum

  • Budidaya sayur dan buah

  • Ternak ayam kampung

  • Jasa servis motor

  • Penggilingan padi

Di kota, biaya awal biasanya jauh lebih besar. Komponen biaya utama:

  • Sewa ruko atau tempat strategis

  • Gaji karyawan lebih tinggi

  • Biaya promosi dan branding besar

  • Biaya listrik, air, dan operasional tinggi

Laporan UN-Habitat - World Cities Report menunjukkan bahwa tingginya konsentrasi ekonomi di wilayah urban menyebabkan biaya properti komersial meningkat signifikan. Namun, di balik biaya tinggi tersebut, kota menawarkan:

  • Volume pasar besar

  • Perputaran uang cepat

  • Potensi ekspansi cepat

  • Akses supplier dan logistik lebih mudah


2. Perbedaan Target Pasar dan Pola Konsumsi

A. Karakter Konsumen Desa

Masyarakat desa umumnya:

  • Fokus pada kebutuhan pokok

  • Sensitif terhadap harga

  • Memiliki loyalitas tinggi terhadap penjual

  • Tidak terlalu mengikuti tren

Menurut FAO (Food and Agriculture Organization), rumah tangga pedesaan cenderung mengalokasikan pengeluaran lebih besar untuk kebutuhan dasar dibandingkan produk gaya hidup. Artinya, usaha yang paling cocok di desa adalah:

  • Kebutuhan harian

  • Pertanian dan peternakan

  • Produk pokok

  • Jasa perbaikan

Keunggulannya adalah stabilitas permintaan.

B. Karakter Konsumen Kota

Konsumen kota memiliki ciri:

  • Lebih konsumtif

  • Cepat mengikuti tren

  • Memperhatikan kualitas dan brand

  • Mengutamakan kenyamanan dan kecepatan

konsumen urban lebih cepat mengadopsi produk dan layanan baru dibanding masyarakat rural. Usaha yang cocok antara lain kedai kopi, fesyen, kuliner kekinian, salon kecantikan, startup teknologi. Namun, tren di kota cepat berubah. Jika tidak adaptif, bisnis bisa cepat tertinggal.


3. Tingkat Persaingan: Stabil vs Kompetitif

Menurut World Economic Forum, wilayah urban memiliki kepadatan ekonomi tinggi yang mendorong inovasi tetapi juga meningkatkan tekanan kompetisi.

Desa

  • Kompetitor sedikit

  • Peluang jadi market leader besar

  • Persaingan harga lebih stabil

Kota

  • Kompetitor banyak

  • Perang harga dan promosi

  • Perlu branding kuat

  • Butuh diferensiasi jelas

Kota cocok bagi pelaku usaha yang siap bersaing secara agresif.

4. Akses Teknologi dan Digitalisasi

Dulu, desa memiliki keterbatasan akses teknologi. Namun kini, internet sudah menjangkau banyak wilayah pedesaan yang membuka peluang ekonomi digital di daerah pedesaan.

Peluang Digital di Desa

  • Jual hasil pertanian via marketplace

  • Promosi lewat media sosial

  • Affiliate marketing

  • Reseller dan dropship

Digitalisasi menjadi game changer bagi desa.

Keunggulan Kota

  • Internet lebih stabil

  • Akses coworking space

  • Tenaga kerja digital tersedia

Namun, kompetisi online di kota jauh lebih ketat.

5. Infrastruktur dan Distribusi

Keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan utama bisnis di wilayah pedesaan.

Tantangan Desa

  • Logistik lambat

  • Jarak ke supplier jauh

  • Transportasi terbatas

Namun, kondisi ini bisa menjadi peluang jika Anda menjadi distributor lokal.

Keunggulan Kota

  • Dekat pusat distribusi

  • Logistik cepat

  • Infrastruktur lengkap

6. Potensi Keuntungan Jangka Panjang: Desa vs Kota

Dalam jangka panjang, peluang keuntungan usaha di desa dan di kota memiliki karakter yang berbeda. Desa cenderung menawarkan stabilitas dan risiko yang lebih rendah, sementara kota memberikan potensi pertumbuhan yang lebih cepat namun dengan tantangan yang lebih besar.

7. Jenis Usaha Paling Potensial di Desa 2026

  1. Pertanian organik

  2. Ternak ayam kampung

  3. Produk olahan makanan lokal

  4. Agen marketplace

  5. Air minum isi ulang

  6. Jasa servis motor

  7. Kerajinan tangan

  8. Agrowisata

  9. Budidaya ikan

8. Jenis Usaha Paling Potensial di Kota 2026

  1. Kedai kopi modern

  2. Cloud kitchen

  3. Laundry kiloan

  4. Fitness studio

  5. Fashion online

  6. Franchise makanan

  7. Startup berbasis aplikasi

  8. Digital marketing agency

  9. Klinik kecantikan

9. Strategi Memilih Lokasi Usaha yang Tepat

Pertimbangkan:

1. Besar Modal

Modal kecil → desa
Modal besar → kota

2. Target Pasar

Mass market nasional → bisa dari desa dengan digital
Lifestyle premium → kota

3. Mental Bertarung

Siap bersaing ketat → kota
Ingin stabil → desa

4. Jangka Waktu

Cepat berkembang → kota
Stabil jangka panjang → desa

(dag/dag)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |