Salma Laiqa, CNBC Indonesia
14 September 2026 20:30
Jakarta, CNBC Indonesia - Peta konsumsi energi dunia berubah drastis dalam empat dekade terakhir. China yang pada 1980 hanya menyerap sekitar 7% energi global kini menjelma menjadi konsumen energi terbesar dunia.
Berdasarkan data U.S. Energy Information Administration (EIA) yang dihimpun Visual Capitalist, konsumsi energi China mencapai 171 kuadriliun British thermal unit (BTU) pada 2024. Jumlah tersebut setara sekitar 28% atau hampir sepertiga dari total konsumsi energi dunia yang mencapai 606 kuadriliun BTU.
Sebagai perbandingan, pada 1980 China hanya mengonsumsi sekitar 19 kuadriliun BTU, atau 7% dari total permintaan energi global. Artinya, pangsa China terhadap konsumsi energi dunia telah meningkat sekitar empat kali lipat dalam lebih dari empat dekade.
Lonjakan tersebut terjadi seiring transformasi China menjadi pusat manufaktur dunia, pesatnya urbanisasi, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya pendapatan masyarakat. Seluruh perkembangan tersebut membutuhkan pasokan energi dalam skala besar.
Negara Berkembang Kini Mendominasi Konsumsi Energi
Perubahan tidak hanya terjadi di China. Negara-negara berkembang kini mengambil porsi terbesar dalam konsumsi energi global.
Pada 1980, kelompok negara tersebut mengonsumsi sekitar 105 kuadriliun BTU, setara 37% konsumsi energi dunia. Pada 2024, angkanya melonjak menjadi 394 kuadriliun BTU, atau sekitar 65% dari total global.
Bahkan jika China dikeluarkan dari perhitungan, negara berkembang lainnya masih mengonsumsi sekitar 223 kuadriliun BTU pada 2024. Pertumbuhan kebutuhan energi global kini semakin banyak berasal dari negara-negara yang masih menjalani proses industrialisasi dan urbanisasi, terutama di Asia.
Konsumsi Negara Maju Mulai Mendatar
Sebaliknya, konsumsi energi di negara-negara maju relatif stagnan. Total konsumsi kelompok ini meningkat dari sekitar 176 kuadriliun BTU pada 1980 menjadi 212 kuadriliun BTU pada 2024.
Pertumbuhan yang jauh lebih lambat membuat pangsa negara maju terhadap konsumsi energi dunia terus menurun.
Skala kenaikan China terlihat semakin jelas jika dibandingkan dengan negara maju lainnya. Pada 2024, konsumsi energi China sebesar 171 kuadriliun BTU bahkan lebih tinggi dibandingkan gabungan seluruh negara maju di luar Amerika Serikat yang hanya sekitar 118 kuadriliun BTU.
Perubahan tersebut menunjukkan pusat permintaan energi dunia telah bergeser. Jika empat dekade lalu negara maju menyerap hampir dua pertiga energi global, kini hampir dua pertiga justru dikonsumsi oleh negara berkembang.
Indonesia Ikut Dorong Kenaikan Konsumsi Energi
Pergeseran konsumsi energi ke negara berkembang juga terlihat di Indonesia. Data U.S. Energy Information Administration (EIA) menunjukkan konsumsi energi primer Indonesia meningkat dari 7,42 kuadriliun BTU pada 2020 menjadi 11,38 kuadriliun BTU pada 2024.
Kenaikan terbesar berasal dari batu bara. Konsumsinya naik dari 2,64 kuadriliun BTU pada 2020 menjadi 5,99 kuadriliun BTU pada 2024, atau lebih dari dua kali lipat dalam empat tahun. Pada periode yang sama, konsumsi minyak dan cairan lainnya meningkat dari 2,74 menjadi 3,18 kuadriliun BTU, sementara gas alam naik dari 1,76 menjadi 1,92 kuadriliun BTU.
Dengan capaian tersebut, batu bara menyumbang sekitar 53% dari total konsumsi energi primer Indonesia pada 2024, menjadikannya sumber energi terbesar. Sementara itu, energi terbarukan dan sumber lainnya tercatat sekitar 0,29 kuadriliun BTU.
Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia ikut mencerminkan pergeseran konsumsi energi global ke negara berkembang. Namun, kenaikan konsumsi energi domestik masih banyak ditopang oleh energi fosil, terutama batu bara, sehingga tantangan transisi energi ikut semakin besar.
(slm/slm)






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340905/original/042907900_1788529611-IMG_6511.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340290/original/025401600_1788499994-Raihan1.jpg)