Sederet Hambatan RI Kejar Target PLTS 100 GW

6 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Mada Ayu Habsari menyebut ekspansi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia masih dihadapkan berbagai hambatan. Hambatan ini mulai dari lahan, sumber daya manusia, hingga investasi.

"Jadi kalau kita bicara mengenai bottleneck saat ini kalau untuk PLTS itu kesiapan lahan. Itu yang utama, karena memang ini kekurangannya membutuhkan lahan yang besar untuk saat ini," ungkap dia dalam Energy Corner, Senin (14/9/2026).

Namun untuk permasalahan lahan pihaknya memiliki alternatif dengan mendirikannya di bendungan. Alternatif lainnya adalah dengan memanfaatkan atap perumahan atau pabrik.

"Jadi di Indonesia itu masih banyak atap-atap yang masih kosong, nah itu mungkin bisa kita gunakan sebagai lahan alternatif untuk pemanfaatan PLTS. Baik dari atap rumah, atap gedung pabrik, jadi pokoknya yang ada atap itu bisa kita gunakan," tambah Ayu.

Tantangan lainnya adalah perkara perizinan. Meski saat ini pengembangan PLTS sudah teregulasi, perizinan tersebut terkadang berbeda dengan di daerah.

"Jadi misalnya, perizinan di pusat bilangnya a, b, c sampai ke daerah mungkin a+, a-. Ada tambahan-tambahan yang sehingga kadang-kadang mengakibatkan perbedaan pendapat. Ini kami dari AESI tentu saja berharap bahwa masalah perizinan ini memiliki persyaratan yang sama dari atas sampai bawah," jelas Ayu.

Selain itu adalah skala proyek. Di mana level skala proyek yang kecil akan kesulitan mendapatkan pembiayaan. Apalagi letak geografis Indonesia yang berupa kepulauan kurang mendukung dalam level skala proyek.

"Bagaimana membuat skala yang kecil itu menjadi scalable. Ini menjadi salah satu hal yang kita perlu pikiran secara bersama," tutur dia.

Hambatan lainnya ketersediaan sumber daya manusia. Dia menjelaskan pengembangan PLTS di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) akan terkendala sumber daya manusia.

"Ketersediaan ketenagakerjaan ini menjadi salah satu challange karena experiences dari kami sendiri itu pada saat mereka melakukan instalasi di lapangan itu mereka harus kayak bedol desa yang dari Pulau Jawa harus ke daerah-daerah 3T tersebut," jelas Ayu.

Hambatan lainnya adalah investasi dengan skala kecil. Dalam hal ini diperlukan platform dari sisi pendanaan untuk memastikan pengembangan PLTS dapat dibiayai dengan tingkat risiko yang lebih rendah.

Terakhir adalah ketersediaan grid sebab PLTS yang merupakan energi terbarukan harus memiliki penopang yang kuat.

"Untuk itu kita dari AESI mendorong pemanfaatan dari baterai energy storage untuk memastikan bahwa inter mitten yang terjadi bisa di-cover oleh battery energy storage tersebut," pungkas dia.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |