CIA Lakukan Operasi Rahasia di Negara Ini, Pasang Peledak di Kendaraan

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA), dilaporkan meningkatkan operasi rahasia mematikan di Meksiko untuk memburu anggota kartel narkoba. Operasi senyap itu disebut melibatkan misi pembunuhan terarah terhadap tokoh-tokoh kartel hingga level menengah.

Laporan eksklusif CNN International menyebut salah satu operasi paling mencolok terjadi pada 28 Maret lalu, ketika sebuah mobil meledak di jalan raya dekat ibu kota Meksiko. Ledakan itu menewaskan Francisco Beltran alias "El Payin", sosok yang diduga anggota tingkat menengah Kartel Sinaloa, bersama sopirnya.

Video yang beredar menunjukkan mobil tersebut terbakar hebat sebelum keluar jalur. Otoritas Meksiko menutup rapat detail kejadian, namun sejumlah sumber menyebut serangan itu merupakan pembunuhan terarah yang difasilitasi oleh operator CIA.

Jaksa Agung Negara Bagian Meksiko mengungkapkan alat peledak disembunyikan di dalam kendaraan. Sejumlah sumber intelijen menyebut operasi tersebut menjadi bagian dari kampanye besar CIA untuk membongkar jaringan kartel narkoba di Meksiko.

Operasi itu disebut dipimpin Ground Branch, unit elit paramiliter CIA yang selama ini dikenal menjalankan misi rahasia berisiko tinggi di berbagai negara. Presiden AS Donald Trump sendiri telah menetapkan sejumlah kartel Meksiko sebagai organisasi teroris asing.

"Level operasi mematikan mereka meningkat sangat signifikan," kata salah satu sumber yang mengetahui operasi tersebut, dikutip Rabu (13/5/2026). "Ini merupakan ekspansi besar dari apa yang selama ini bersedia dilakukan CIA di Meksiko."

Menurut sumber, agen CIA tidak hanya berbagi intelijen, tetapi dalam beberapa kasus ikut terlibat langsung dalam operasi pembunuhan terhadap anggota kartel. Strategi itu disebut mirip operasi kontra-terorisme AS di Timur Tengah, yakni menghancurkan organisasi dengan menargetkan jaringan dari level atas hingga operator lapangan.

Namun operasi tersebut memicu kontroversi besar karena diduga melanggar hukum Meksiko. Berdasarkan konstitusi negara itu, agen asing dilarang terlibat dalam operasi penegakan hukum tanpa izin pemerintah federal.

Pemerintah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pun bereaksi keras. "Tidak boleh ada agen dari lembaga pemerintah AS mana pun yang beroperasi di wilayah Meksiko," ujar Sheinbaum dalam konferensi pers usai operasi CIA di Chihuahua terungkap ke publik.

Sekretaris Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch juga membantah adanya operasi mematikan sepihak oleh badan asing di wilayah nasional. "Pemerintah Meksiko secara kategoris menolak versi apa pun yang mencoba menormalisasi atau membenarkan operasi rahasia mematikan oleh lembaga asing," katanya.

Meski demikian, sejumlah sumber menyebut hubungan AS dan Meksiko kini berada dalam tekanan besar. Washington disebut semakin tidak percaya terhadap aparat keamanan Meksiko karena dugaan infiltrasi kartel di institusi pemerintah dan kepolisian.

CIA bahkan dilaporkan mulai lebih banyak bekerja sama dengan pejabat daerah dan aparat lokal dibanding pemerintah pusat Meksiko. Langkah itu dilakukan demi menjaga kerahasiaan operasi dan menghindari kebocoran informasi kepada kartel.

Pemerintahan Trump juga disebut memperluas kewenangan CIA untuk menjalankan operasi mematikan di Amerika Latin sejak awal masa jabatan keduanya. Dalam dokumen strategi kontra-terorisme terbaru, Washington menegaskan "netralisasi" kartel di Belahan Barat menjadi prioritas utama AS.

"Kami akan bekerja sama dengan pemerintah lokal jika mereka bersedia dan mampu," tulis dokumen tersebut. "Jika tidak, kami tetap akan mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk melindungi negara kami."

Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru di Meksiko. Analis keamanan menilai operasi rahasia CIA berpotensi memicu eskalasi perang kartel sekaligus memperburuk ketegangan diplomatik antara Washington dan Mexico City.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |