Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,66% ke level 8.016,83 pada perdagangan Senin (2/3/2026). Tekanan indeks terjadi di tengah dominasi aksi jual investor asing yang mencatatkan jual bersih Rp490,53 miliar di pasar reguler dan Rp631,02 miliar di seluruh pasar.
Sejumlah saham energi dan tambang masih mencatat kenaikan signifikan, seperti ENRG yang melonjak 25,00%, BRMS naik 4,12%, dan MDKA menguat 5,07%. Sebaliknya, BREN turun 5,47%, BMRI melemah 3,79%, dan ASII terkoreksi 5,62% sehingga menjadi penekan utama indeks.
Secara sektoral, 10 dari 11 sektor berakhir di zona negatif. Sektor cyclical mengalami pelemahan terdalam sebesar 7,60%, sedangkan sektor energi menjadi satu-satunya yang mencatat penguatan dengan kenaikan 1,54%.
Di tengah koreksi pasar, Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp4,00 triliun, tumbuh 32,63% dibandingkan Rp3,01 triliun pada 2024. Penjualan meningkat 8,80% menjadi Rp60,71 triliun dari sebelumnya Rp55,80 triliun.
Kontributor utama pendapatan berasal dari segmen peternakan komersial sebesar Rp24,51 triliun, diikuti pakan ternak Rp15,78 triliun, serta pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen Rp10,64 triliun.
Di sisi beban, biaya pokok penjualan meningkat menjadi Rp47,52 triliun dari Rp44,58 triliun. Beban penjualan tercatat Rp2,69 triliun, beban umum dan administrasi Rp4,34 triliun, serta beban keuangan Rp804,86 miliar. Seiring pertumbuhan laba, laba per saham naik menjadi Rp344 dari Rp260 pada tahun sebelumnya. Secara teknikal, pergerakan saham JPFA masih berada dalam fase konsolidasi pada rentang Rp2.310–Rp2.500.
Sementara itu, Arwana Citramulia (ARNA) menyiapkan dana maksimal Rp100 miliar untuk pelaksanaan pembelian kembali saham setelah memperoleh persetujuan RUPST.
Periode buyback direncanakan berlangsung mulai 9 April hingga 9 April 2027, dengan RHB Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai pelaksana transaksi di BEI dan estimasi biaya perantara maksimal 0,2017% per transaksi.
Secara proforma, total aset ARNA diperkirakan turun dari Rp2,88 triliun menjadi Rp2,78 triliun dan ekuitas dari Rp1,93 triliun menjadi Rp1,83 triliun setelah aksi korporasi tersebut. Namun, laba per saham diproyeksikan meningkat dari Rp56,97 menjadi Rp58,35, dengan laba bersih 2025 tercatat Rp400,47 miliar.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
-
BUMI - Buy 240-244 | TP 254-266 | SL 230
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
AKRA - Buy 1360-1370 | TP 1395-1430 | SL 1270
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
SMDR - Buy 424-428 | TP 438-448 | SL 400
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
PSAB - Buy 570-580 | TP 595-635 | SL 535
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
LSIP - Buy 1220-1230 | TP 1255-1270 | SL 1160
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.(ayh/ayh)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)





