Gen Z Tinggalkan Smartphone, HP Jadul Jadi Pilihan

6 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Fenomena unik tengah terjadi di kalangan anak muda. Generasi Z atau Gen Z mulai meninggalkan smartphone dan beralih ke ponsel jadul alias feature phone atau yang kerap disebut "dumb phone".

Tren ini bukan tanpa alasan. Sebagian Gen Z disebut mulai jenuh dengan paparan layar yang berlebihan dari smartphone.

"Saya pikir Anda bisa melihatnya dengan populasi Gen Z tertentu. Mereka bosan dengan layar (smartphone)," ujar influencer dumb phone Jose Briones, dikutip dari CNBC International, Minggu (19/4/2026).

Peralihan ini terlihat mulai berkembang di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun terakhir. Feature phone yang sempat ditinggalkan kini kembali dilirik karena menawarkan fungsi sederhana tanpa distraksi aplikasi dan media sosial.

Kondisi ini turut menguntungkan sejumlah produsen ponsel lama. HMD Global, pemegang lisensi merek Nokia, menjadi salah satu pihak yang menikmati lonjakan permintaan. Perusahaan tersebut dikenal menjual kembali ponsel klasik yang populer pada era awal 2000-an.

Penjualan feature phone di AS bahkan sempat melonjak hingga puluhan ribu unit per bulan pada 2022, di tengah tren penurunan penjualan smartphone global.

Secara global, pasar feature phone masih didominasi kawasan Timur Tengah, Afrika, dan India. Laporan Counterpoint Research mencatat wilayah tersebut menyumbang sekitar 80% pangsa pasar pada tahun lalu.

Dalam data terbaru dari Counter Point Research, feature phone masih memiliki basis pengguna yang solid, terutama di segmen tertentu.

Sekitar 46,5% pengguna berpendapatan rendah memilih feature phone karena faktor harga, sementara 38,1% mempertimbangkan daya tahan baterai yang lebih lama sebagai keunggulan utama dibanding smartphone.

Di pasar Amerika Serikat, misalnya, penggunaan feature phone masih didominasi oleh kelompok lansia sebesar 33,2%, serta pengguna yang menginginkan teknologi sederhana (minimal-tech users) sebesar 29,6%.

Penjualan Ponsel Mahal Kian Lesu

Melansir Detik, sepanjang 2025, total pengiriman smartphone di Asia Tenggara mencapai 100 juta unit, turun tipis 1% secara tahunan (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan kinerja yang lebih lemah pada tiga kuartal pertama.

Di Indonesia, pasar smartphone sempat mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir, seiring melemahnya daya beli masyarakat.

Laporan IDC bertajuk Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker mencatat pengiriman smartphone di Indonesia turun 14,3% secara tahunan pada 2023, dengan total hanya sekitar 35 juta unit.

Namun, kondisi mulai membaik pada 2024. Pasar smartphone nasional tumbuh 15,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi hampir 40 juta unit.

Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh segmen ultra low-end (di bawah Rp 1,6 juta), yang dipimpin oleh Transsion. Sementara itu, segmen kelas menengah (Rp 3,2 juta hingga Rp 9,8 juta) juga mencatat pertumbuhan kuat sebesar 24,9% YoY, dengan OPPO sebagai pemimpin pasar.

Meski demikian, adopsi teknologi 5G terus meningkat. Pangsa pasar smartphone 5G naik menjadi 25,8% pada 2024, dari sebelumnya 17,1% pada 2023, didorong oleh makin banyaknya pilihan perangkat dan harga yang kian terjangkau.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |