Harga Emas Ambruk 1%: Jatuh ke Level US$ 4.200, Terendah Sebulan

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari sebulan pada Senin (14/9/2026).

Kenaikan harga minyak dan data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan pada Jumat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan kebijakan pekan ini.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (14/9/2026) ditutup di posisi US$ 4297,89 per troy ons. Harganya ambruk 1,13%.

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan 0,73% pada akhir pekan lalu.

Posisi penutupan kemarin juga menjadi yang terendah sejak 6 Agustus 2026 atau lebih dari sebulan.

Harga emas masih melemah hari ini. Pada Selasa (15/8/2026), harga emas melandai 0,18% ke US$ 4289,73 per troy ons.

"Kenaikan tajam harga minyak mentah hari ini mendorong ekspektasi inflasi. Kondisi ini mengindikasikan bank-bank sentral utama dunia perlu memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi, dan itu menjadi sentimen negatif bagi logam," kata Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange, dikutip dari Reuters.

Mayoritas ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga pada Rabu (16/9/2026) dan melakukan setidaknya satu kenaikan lagi hingga akhir Maret. Ekspektasi tersebut berubah setelah data inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga masih kuat.

Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,4% pada Agustus, setelah hanya meningkat 0,1% pada Juli, berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS.

Pelaku pasar kini memperkirakan sekitar 93% peluang kenaikan suku bunga The Fed, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Bank of Japan (BoJ) juga diperkirakan menaikkan suku bunga pada Jumat, di tengah kenaikan harga energi dan belum meredanya ketegangan di Timur Tengah.

Meski emas biasanya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Harga minyak sempat melonjak sekitar 4% pada Senin setelah serangan baru terhadap infrastruktur energi dan sipil Arab Saudi, serta serangan Iran terhadap kapal-kapal di Teluk. Perkembangan tersebut memperburuk kekhawatiran pasokan setelah penutupan pipa minyak utama Arab Saudi.

Upaya diplomasi di Timur Tengah juga tampak menemui jalan buntu setelah pertemuan antara Iran dan negara-negara Teluk ditunda.

Di pasar valuta asing, dolar AS menguat ke level tertinggi dalam dua pekan, sehingga emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Read Entire Article
| | | |