IHSG Ambruk, Asing Sudah Bawa Kabur Rp 51 Triliun

10 hours ago 1

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

03 June 2026 14:50

Jakarta, CNBC, Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan tekanan jual yang masif pada pembukaan perdagangan sesi kedua hari ini, 3 Juni 2026. Indeks acuan domestik ini melemah secara signifikan sebesar 5,55% dan mendarat pada level 5.851,28.

Posisi ini menembus batas psikologis dan secara teknikal mengonfirmasi pergerakan indeks yang telah resmi kembali ke rentang harga pada era pandemi COVID-19. Secara historis, level ini berada di bawah titik terendah 5.860,54 yang sebelumnya tercatat pada 31 Mei 2021 lalu.

Pelemahan indeks saham ini berjalan secara beriringan dengan depresiasi nilai tukar Rupiah yang terus berlanjut tanpa perlawanan berarti. Pada pukul 12.00 WIB, mata uang Rupiah terpantau menyentuh level Rp17.945 per Dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini memberikan indikasi kuat tingginya permintaan valuta asing di tengah ketidakpastian pasar yang sedang memuncak.

Pergerakan negatif pada pasar saham dan pasar uang ini secara langsung dipicu sentimen baik dari dalam ataupun luar negeri.

Katalis utama yang memicu aksi jual secara agresif pada hari ini adalah beredarnya rumor terkait laporan S&P Global Ratings. Terdapat spekulasi di kalangan pelaku pasar bahwa S&P akan merilis proyeksi yang kurang baik terhadap stabilitas ekonomi Indonesia untuk periode Juni ini.

Rumor tersebut dengan cepat direspons oleh investor institusional maupun asing dengan kehati-hatian tingkat tinggi, yang berujung pada penyesuaian portofolio serta pengurangan eksposur pada instrumen berisiko di dalam negeri.

Pada penutupan perdagangan pertama, tercatat net outflow asing terjadi sebesar Rp 525,4 miliar. Penurunan hari ini cukup tajam mengingat Rupiah juga mengalami penurunan signifikan pada hari ini yang dapat diartikan ketidakpercayaan investor asing pada pada saham domestik.

Sentimen pemberat lainnya bersumber dari rilis lembaga pemeringkat internasional Moody's. Lembaga tersebut secara resmi memangkas peringkat Danantara Investment Management menjadi Baa2 dengan penyematan prospek negatif.

Penyesuaian peringkat terhadap institusi pengelolaan dana strategis nasional ini menambah tingkat ketidakpastian mengenai prospek aliran investasi dan kredibilitas pengelolaan dana jangka panjang.

Tekanan ini semakin diperparah dengan depresiasi Rupiah yang menyentuh angka Rp17.945 per Dolar Amerika Serikat, di mana pasar mengantisipasi potensi pembengkakan biaya operasional bagi emiten dengan eksposur utang valuta asing.

Rentetan katalis negatif ini terekam sangat jelas pada pergerakan arus modal asing di Bursa Efek Indonesia. Turbulensi fundamental secara terstruktur mendorong pergeseran preferensi risiko investor asing yang berujung pada aksi pelepasan aset secara berkelanjutan.

Berdasarkan data rekapitulasi perdagangan sejak awal tahun 2026, investor asing tercatat dominan melakukan posisi jual bersih secara agresif apabila ditarik secara ytd mengalami net outflow sebesar Rp 54,84 triliun hingga penutupan perdagangan sesi pertama hari ini.

Puncak keluarnya modal asing terjadi pada beberapa momentum krusial, salah satunya pada 26 Maret 2026 dengan nilai jual bersih menembus Rp20,71 triliun.

Menjelang akhir Mei hingga awal Juni, tren distribusi ini belum mereda. Pada 29 Mei 2026, pasar kembali mencatatkan arus modal keluar sebesar Rp8,52 triliun akibat hari terakhir rebalancing MSCI, disusul oleh penjualan lanjutan pada 2 Juni 2026 senilai Rp1,39 triliun.

Distribusi dana asing yang keluar dari pasar modal domestik ini menjadi indikator kuat melemahnya daya tahan pasar sebelum IHSG menyentuh level kritis hari ini.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |