Ikuti Jejak Alfredo Vera, Pelatih PSIS Resmi Mengundurkan Diri: Jadi Pelatih Keempat yang Angkat Kaki

13 hours ago 4

Bola.com, Semarang - PSIS Semarang resmi berpisah dengan pelatih kepala, Andri Ramawi Putra, menjelang pekan ke-25 Pegadaian Championship 2025/2026. Andri jadi pelatih keempat yang angkat kaki dari Mahesa Jenar.

Perpisahan antara Andri Ramawi dengan PSIS mencuat melalui pengumuman klub via media sosial, Rabu (15-4-2026).

Kini, posisinya digantikan Anang Dwita yang ditunjuk sebagai caretaker pelatih.

Keputusan Andri melepaskan jabatannya itu berhubungan dengan langkah Direktur Teknik (Dirtek) PSIS, Angel Alfredo Vera. Pria asal Argentina itu ternyata telah lebih dahulu mengundurkan diri dari jabatannya.

Bedanya, pengunduran diri Alfredo dari jabatan Dirtek PSIS tak diumumkan secara resmi kepada publik oleh manajemen Mahesa Jenar.

Andri memutuskan mengikuti jejak Alfredo karena keduanya terikat komitmen bersama. 

"Intinya, saya memiliki komitmen dengan coach Alfredo Vera. Beliau sudah mundur dari tim sebelum melawan Barito Putera. Jika beliau keluar dari tim maka saya juga sama. Itu komitmen kami berdua," kata Andri saat dihubungi Bola.com, Rabu (15-4-2026).

Pep Guardiola menyebut duel Manchester City kontra Arsenal di Stadion Etihad pada pekan depan layaknya partai final setelah timnya menang 3-0 atas Chelsea di Stamford Bridge, Minggu (12/4/2026), yang membuat jarak di klasemen Premier League menyempit...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ingin Bantu PSIS

Andri mengaku sempat menunda pengunduran dirinya karena ingin membantu PSIS yang menghadapi dua laga krusial. Selain menghadapi Barito Putera yang berstatus tim papan atas, PSIS harus berhadapan dengan Persiku Kudus, yang berstatus pesaing di papan bawah.

"Namun, saat itu saya tidak keluar bersama-sama coach Alfredo karena mau membantu PSIS Semarang pada beberapa pertandingan, dan alhamdulillah, posisi sekarang sudah cukup baik dari sebelumnya," ujar pelatih berusia 39 tahun itu.

Kolaborasi Alfredo Vera dengan Andri Ramawi sebetulnya memberikan dampak signifikan terhadap prestasi PSIS. Kini Mahesa Jenar bisa meninggalkan zona degradasi Pegadaian Championship 2025/2026.

Kunci utamanya yakni mengamankan dua kemenangan plus dua imbang pada awal putaran ketiga.

Kemenangan itu diraih atas Deltras FC (1-0) dan Persipal Palu (6-1). Adapun dua hasil imbang didapatkan dari duel melawan Persela Lamongan (1-1) dan Persiba Balikpapan (0-0).

Kunci Performa PSIS

Alfredo dan Andri datang setelah terjadi perombakan skuad besar-besaran yang dilakukan oleh pihak manajemen PSIS. Keduanya memaksimalkan pemain-pemain yang sebelumnya sempat diasuh oleh Jafri Sastra.

Dengan bekal materi ini, keduanya mencoba melakukan pembenahan. Andri menyebut, upaya meningkatkan kompetisi antarpemain secara internal sekaligus menyamakan visi dan misinya, menjadi faktor penting di balik kebangkitan Mahesa Jenar.

"Saya datang bersama Coach Alfredo Vera saat kondisi tim yang kurang baik, dari sisi peringkat maupun kondisi teknis. Kami mencoba membenahi itu semua, salah satunya bagaimana kami bisa memaksimalkan semua pemain yang ada," ungkap Andri.

"Kami bisa membuat tim menjadi lebih kompetitif antarpemain. Performa mereka di latihan luar biasa, dan semuanya terlihat memiliki satu visi dan misi yang sama. Ya, itu salah satu faktor utama kami bisa mendapatkan hasil seperti sekarang ini," imbuhnya.

Pelatih Keempat yang Angkat Kaki

Dengan demikian, PSIS telah berpisah dengan empat pelatih kepalanya sepanjang musim ini. Pada awal musim, Mahesa Jenar ditangani Kahudi Wahyu. Namun, ia tak mampu bertahan karena diterjang tiga kekalahan beruntun di awal musim.

Setelah itu, manajemen menunjuk Ega Raka Galih sebagai caretaker, tetapi dipertahankan secara definitif. Selama mengasuh PSIS, Ega telah melewati delapan pertandingan, dengan hasil dua seri dan enam kalah.

Juru taktik berikutnya yang dipercaya Mahesa Jenar ialah Jafri Sastra. Juru taktik berusia 60 tahun itu sempat memberikan harapan. Rekornya memang lebih baik dari dua pelatih sebelumnya karena meraih tiga kemenangan dan empat kekalahan dari tujuh laga.

Sementara itu, di bawah asuhan Andri Ramawi, PSIS meraih dua kemenangan, tiga imbang, dan satu kali kalah. Dari hasil ini, Alberto Goncalves dkk. bisa berada di peringkat ke-8 klasemen Grup Timur dengan koleksi 20 poin dari 24 laga.

Read Entire Article
| | | |