Kemenkes Imbau Warga Tetap di Rumah dan Hindari Naik Motor

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kemenkes meminta masyarakat mengurangi paparan abu vulkanik dengan tetap berada di dalam ruangan dan menghindari penggunaan kendaraan roda dua saat terjadi hujan abu.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Melalui surat edaran tersebut, Kemenkes meminta masyarakat melakukan sejumlah langkah perlindungan kesehatan, terutama ketika abu vulkanik menyebar di lingkungan tempat tinggal.

Pertama, Kemenkes meminta masyarakat tetap berada di dalam ruangan. Warga perlu menutup pintu dan jendela, termasuk celah yang dapat menjadi jalan masuk abu vulkanik.

Masyarakat juga diminta membersihkan abu dengan membasahinya secukupnya terlebih dahulu agar abu tidak kembali beterbangan. Kemenkes mengingatkan warga untuk tidak menyapu abu dalam kondisi kering, meniupnya menggunakan udara bertekanan, maupun memakai alat yang dapat membuat abu kembali tersuspensi di udara.

Selain itu, masyarakat perlu memastikan filter pendingin udara dalam kondisi bersih. Warga juga diminta menutup penampungan air bersih, sumur, serta wadah makanan dan minuman untuk mencegah kontaminasi abu vulkanik.

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar menggunakan air yang telah dipastikan aman serta cuci bahan makanan segar dengan air bersih mengalir sebelum dikonsumsi.

Bagi keluarga yang memiliki anggota dengan penyakit kronis, Kemenkes meminta mereka memastikan persediaan obat rutin tersedia dalam jumlah yang cukup di rumah.

Wajib Pakai Masker Jika Keluar Rumah

Kemenkes tetap memperbolehkan masyarakat berada di luar ruangan jika memang diperlukan. Namun, warga harus memberikan perlindungan tambahan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

Untuk melindungi saluran pernapasan, Kemenkes merekomendasikan penggunaan masker N95, KN95, KF94, FFP2, atau masker lain yang setara. Jika jenis masker tersebut belum tersedia, masyarakat dapat menggunakan masker medis yang tersedia sebagai perlindungan sementara.

"Masker harus menutup hidung, mulut, dan dagu serta diganti apabila basah, kotor, rusak, atau sulit digunakan untuk bernapas. Jangan memakaikan masker kepada bayi," tulis Kemenkes dalam Surat Keterangan tersebut, dikutip Minggu (6/9/2026).

Perlindungan juga perlu diberikan pada mata. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan kacamata pelindung tertutup atau goggles.

Jika mata terkena abu, masyarakat tidak boleh menguceknya. Kemenkes meminta warga membilas mata menggunakan air bersih yang mengalir atau cairan pembilas steril. Masyarakat juga perlu menghindari penggunaan lensa kontak selama terjadi hujan abu.

Kemenkes Minta Warga Hindari Naik Motor

Kemenkes juga meminta masyarakat melindungi kulit dari paparan abu vulkanik. Warga disarankan mengenakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, serta alas kaki tertutup ketika berada di luar ruangan.

Setelah kembali dari luar ruangan, masyarakat perlu mandi atau membasuh bagian tubuh yang terkena paparan abu. Pakaian yang digunakan saat beraktivitas di luar ruangan juga perlu segera diganti.

Kemenkes secara khusus mengimbau masyarakat menghindari penggunaan kendaraan roda dua maupun kendaraan terbuka lainnya selama terjadi sebaran abu vulkanik.

Langkah tersebut bertujuan mengurangi paparan abu vulkanik secara langsung sekaligus menjaga keselamatan masyarakat saat berkendara.

"Apabila harus berkendara, kurangi kecepatan, nyalakan lampu, dan jaga jarak aman untuk menghindari kecelakaan lalu lintas," demikian imbauan yang tercantum dalam surat edaran Kemenkes.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |