Saat CT Berikan Coaching Clinic Kepada Mahasiswa Pengusaha di Lampung

5 hours ago 1

Bandar Lampung, CNBC Indonesia - Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung memberikan coaching clinic pada hari kedua Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Kota Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). Sejumlah mahasiswa yang sudah memulai menjadi pengusaha pun antusias ketika diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada CT, sapaan akrab Chairul Tanjung.

Dalam pengantarnya, CT mengatakan, kesuksesan bukan seperti membalik telapak tangan. Ia harus diraih dengan kerja keras yang luar biasa.

"Dan jangan lupa berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT agar kehidupan kita penuh keberkahan, adik-adikku sekalian," kata CT.

Dia lantas menjelaskan alasannya membuat coaching clinic pada sesi kali ini. Menurut CT, coaching clinic adalah pembelajaran kepada orang-orang yang sudah mulai berusaha.

"Masih mahasiswa, masih belajar. Saya kan juga begitu, masih mahasiswa, masih belajar itu sudah berusaha. Masalah-masalah yang Anda hadapi bisa ditanyakan. Dan saya akan menjawabnya dan memberi pengetahuan. Semoga Anda bisa keluar dari masalah dan bisa berhasil," papar CT.

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, pada kesempatan pertama, CT mengundang lima mahasiswa yang sudah memulai usaha untuk maju ke panggung. Jenis bisnis yang mereka jalankan pun beragam, mulai dari bimbingan skripsi, menjual gorengan, hingga pengelola kebun kelapa sawit.

Pertanyaan-pertanyaan pun beragam, mulai dari solusi keluar dari stagnasi bisnis, kiat menyiasati pelemahan daya beli masyarakat hingga tips memilih karyawan. CT menilai masalah-masalah yang dihadapi merupakan hal yang klasik dihadapi para pengusaha. Sebagai contoh memilih karyawan yang dapat diandalkan.

"Ini masalah klasik juga. Saya pun sering dibohongi oleh karyawan saya sendiri. Jadi ini hal yang tidak mudah, hal yang tidak mudah, saya pun sering, apalagi karyawannya banyak," kata CT.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu mencontohkan fraud yang ditemukan di bisnis perbankan. Fraud merupakan tindakan kriminal yang dilakukan untuk menguntungkan diri sendiri tetapi merugikan nasabah dan bank.

"Nah, ini adalah permasalahan yang klasik. Kita nggak bisa tahu isi hati orang, kita nggak bisa tahu pikiran orang. Ada alat bantu. Alat bantunya itu tes psikologi dan lain sebagainya. Tapi tidak ada jaminan 100%," ujar CT.

Oleh karenanya, menurut CT, prosesnya harus melalui tahapan yang bertahap. Orang itu harus diuji berdasarkan kurun waktu tertentu, sehingga akan mulai terlihat watak dan karakter.

Tips CT
Sebelum menutup sesi ini, CT memberikan satu tips penting kepada ribuan orang yang hadir. Pertama, menurut dia, orang bodoh akan kalah oleh orang pintar.

"Jadi jangan jadi orang bodoh, ya. Orang bodoh. Orang pintar kalah sama orang licik. Ya. Betul? Ya. Dia pintar, tapi ada orang yang licik. Ya, licik itu konotasi jahat," kata CT.

Sebagai contoh orang mau lewat dikasih kulit pisang sehingga terpleset.

"Itu orang licik. Jadi menggunakan cara-cara yang tidak baik supaya dia bisa menang. Tapi ingat, tidak boleh jadi orang licik. Ya. Orang bodoh kalah dari orang pintar. Orang pintar kalah sama orang licik," ujar CT.

"Orang licik tidak bisa menang dari orang yang beruntung. Ya. Saya ulangi lagi nih. Orang bodoh kalah sama orang pintar, orang pintar kalah sama orang licik, orang licik tidak bisa menang sama orang yang beruntung," lanjutnya.

Menurut CT, berdasarkan panduan agama, ada syarat-syarat untuk bisa menjadi orang yang beruntung. Sebagai umat Islam, syarat-syarat tersebut ada di dalam Alquran.

"Ya, kalau anda tanya di AI, ya. Tanya, ya. Surat apa yang menyatakan kita bisa menjadi orang-orang yang beruntung? Nah, implementasikan, ya. Insya Allah, anda akan jadi orang pintar dan beruntung. Oke, terima kasih. Mudah-mudahan ada manfaatnya," kata CT.

(miq/miq)

Read Entire Article
| | | |