Kuli Pabrik Tewas Ditabrak Truk, Perusahaan No Comment

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pekerja kembali meninggal dunia di lokasi pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Szeged, Hungaria. Korban tewas setelah diduga tertabrak truk di area proyek menjadikannya pekerja kedua yang meninggal di lokasi tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Insiden terbaru ini terjadi setelah seorang pekerja lain juga tewas di lokasi yang sama pada Februari lalu. Kematian kedua tersebut kembali menyoroti aspek keselamatan kerja di proyek pembangunan pabrik BYD.

Layanan Ambulans Nasional Hungaria mengatakan kepada CNBC International, bahwa pekerja tersebut meninggal dunia pada 18 Juni setelah upaya resusitasi oleh tim medis tidak berhasil.

Pihaknya menambahkan bahwa beberapa unit tanggap darurat, termasuk helikopter penyelamat, dikerahkan ke lokasi kejadian.

Media lokal melaporkan korban tewas setelah tertabrak sebuah truk di area konstruksi pabrik. Sementara itu, Kantor Pemerintah Kabupaten Csongrád-Csanád menyatakan pihak berwenang tengah menyelidiki penyebab dan kronologi insiden tersebut, demikian dikutip dari CNBC International, Sabtu (27/6/2026).

BYD yang berbasis di Shenzhen belum memberikan tanggapan kepada CNBC International atas permintaan komentar terkait kematian pekerja tersebut.

Insiden itu terjadi hanya beberapa pekan setelah Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, membantah tuduhan adanya pelanggaran ketenagakerjaan di proyek tersebut. Awal bulan ini, Li juga mengatakan kepada CNBC bahwa BYD terbuka terhadap pemeriksaan oleh inspektur ketenagakerjaan.

Di sisi lain, AIM Construction Hungary Ltd., anak perusahaan kontraktor yang sebelumnya dikaitkan dengan skandal ketenagakerjaan di proyek pabrik BYD di Brasil pada 2024, dijatuhi denda sebesar 34,5 juta forint atau sekitar US$110.350 karena pelanggaran keselamatan kerja.

Kantor Pemerintah Kabupaten Csongrád-Csanád juga menyebut AIM Construction mendapat peringatan atas sejumlah pelanggaran lain, termasuk keterlambatan pendaftaran pekerja, pelanggaran aturan jam kerja, serta "cacat administratif" dalam kontrak kerja.

Selain AIM Construction, dua perusahaan lain juga dinyatakan tidak mematuhi aturan ketenagakerjaan. LÉVAI-SECURITY Ltd. didenda karena mempekerjakan pekerja tanpa registrasi yang semestinya, sementara Plusz Kéz Ltd. mendapat peringatan terkait pelanggaran pengawasan tenaga kerja.

Sebelumnya, lembaga pengawas berbasis di New York, China Labor Watch, menerbitkan laporan yang menuding adanya praktik kerja paksa di proyek pembangunan pabrik BYD di Szeged. Laporan tersebut menyebut sebagian pekerja harus bekerja selama tujuh hari dalam sepekan dan mengalami penahanan pembayaran upah.

BYD mulai memindahkan peralatan produksi ke lokasi pabrik pada Januari lalu. Berdasarkan pernyataan Stella Li kepada CNBC Internasional sebelumnya, produksi penuh di fasilitas tersebut ditargetkan mulai berjalan pada kuartal III-2026.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |