Malapetaka Hantam Jepang, Warga Dikepung Gelap Gulita

10 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Badai tropis Jangmi menghantam Jepang pada Rabu (3/6/2026), mengganggu transportasi, operasional bisnis, hingga pasokan listrik. Cuaca ekstrem yang dipicu badai itu membuat puluhan ribu rumah tangga gelap gulita dan memaksa maskapai membatalkan ratusan penerbangan.

Juru Bicara Pemerintah Jepang Minoru Kihara mengatakan badai tersebut telah menyebabkan hampir 60.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera mengambil langkah penyelamatan apabila merasakan ancaman bahaya dari cuaca ekstrem tersebut.

"Jika Anda merasakan bahaya, jangan ragu untuk segera mengambil tindakan untuk melindungi hidup Anda," kata Kihara dalam konferensi pers rutin, seperti dikutip Reuters.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang, pusat badai berada di lepas pantai Pulau Honshu dan bergerak ke arah timur laut menuju wilayah Metropolitan Tokyo. Badai membawa kecepatan angin maksimum hingga 25 meter per detik dengan tekanan pusat mencapai 980 hPa.

Otoritas cuaca Jepang memperingatkan sejumlah wilayah di sepanjang pesisir Pasifik menghadapi risiko tinggi terjadinya bencana yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Pemerintah setempat pun mengeluarkan peringatan evakuasi bagi ratusan ribu warga di delapan prefektur yang tersebar di wilayah barat daya, tengah, dan timur Jepang.

Dampak badai juga terasa pada sektor transportasi. Maskapai Japan Airlines dan All Nippon Airways (ANA) membatalkan hampir 900 penerbangan domestik maupun internasional pada Rabu pagi akibat kondisi cuaca yang memburuk.

Selain itu, sejumlah layanan kereta cepat atau shinkansen di wilayah Kyushu dan Jepang bagian barat mengalami keterlambatan. Sementara itu, East Japan Railway menghentikan sebagian layanan kereta di wilayah Tokyo dan memperingatkan potensi gangguan lebih lanjut sepanjang hari.

Sektor manufaktur turut terkena imbas. Toyota Motor memutuskan menghentikan sementara operasional di 13 pabrik domestiknya pada Rabu pagi sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem. Suzuki Motor juga menangguhkan aktivitas di seluruh lima pabriknya yang berada di Prefektur Shizuoka, sebelah barat Tokyo.

Pemerintah Jepang dan badan meteorologi setempat terus mengeluarkan peringatan agar warga bersiaga menghadapi potensi bencana, termasuk dengan mematuhi perintah evakuasi dan memantau informasi cuaca secara berkala.

(tfa/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |